RADAR JOGJA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta pemerintah daerah untuk menyediakan pasokan kebutuhan pokok yang cukup. Terutama dalam menghadapi libur Waisak pada Kamis (23/5) dan cuti bersama Jumat (24/5) hingga akhir pekan.
Kepala Perwakilan BI DIY Ibrahim mengatakan, kedatangan wisatawan terutama domestik pada libur panjang tersebut akan berdampak positif pada DIY. Terlebih Kota Jogja sebagai kota pariwisata. Dampak positifnya berupa meningkatnya perekonomian DIY.
Maka dari itu, hal-hal yang berpotensi negatif seperti peningkatan inflasi harus dicegah. Ibrahim menyebut, pihaknya berulang kali mengingatkan agar ketersediaan pasokan di DIY harus memadai. Potensi ekonomi harus didukung dengan pasokan yang memadai. “Kalau pasokan ke Jogja tidak lancar, kemudian ada kenaikan permintaan yang tiba-tiba, maka akan terjadi inflasi,” ujarnya, Senin (20/5).
Ia menjelaskan, inflasi bisa dicegah dengan ketersediaan pasokan yang memadai. Sebab saat berkunjung ke DIY, wisatawan tidak hanya berbelanja oleh-oleh saja. Tetapi juga membeli makan dan minum. Sehingga pemerintah harus menyediakan pasokannya.
Apabila pemerintah tidak menyediakan pasokan yang memadai dalam jumlah seimbang, maka yang terjadi adalah ketidakseimbangan supply and demand.“Ketika demand-nya meningkat tapi supply tetap, harganya akan naik. Ketika demand meningkat, maka harus diimbangi dengan tambahan pasokan,” jelasnya.
Ibrahim mengatakan, wisatawan tidak harus melulu berbelanja banyak. Namun ketika wisatawan membutuhkan, maka pasokannya harus tersedia dengan jumlah yang cukup. Komoditas seperti beras, cabai hingga nangka muda sebagai bahan baku gudeg sempat menjadi salah satu pendorong inflasi. Maka dari itu, pasokannya harus tersedia karena permintaan yang meningkat.
Jadi dengan antisipasi yang sudah disiapkan, itu (inflasi) bisa kita hindari karena kenaikan harga yang lebih tinggi akibat memang permintaan yang meningkat dengan arus datangnya wisatawan domestik. Kantor Perwakilan BI DIY telah berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait ketersediaan pasokan. Pihaknya juga mendorong kerja sama antardaerah yang optimal. “Supaya pasokan di DIJ tetap terjaga,” tegasnya.
Ibrahim menyampaikan, ada beberapa sektor yang sulit diintervensi pada saat libur panjang. Salah satunya adalah transportasi. Seperti tiket kereta api yang harganya tetap naik. “Tetapi komoditas elastis yang mudah ditambah atau dikurangi seperti bahan baku dan makanan bisa diantisipasi untuk menekan laju inflasi,” jelasnya. (tyo/din)