Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ekonom Sebut Kelangkaan Nangka Muda untuk Bahan Baku Gudeg di Jogja Harusnya Bisa Dimitigasi Jauh Hari

Fahmi Fahriza • Senin, 20 Mei 2024 | 15:30 WIB

 

Photo
Photo

 

RADAR JOGJA - Fenomena gori sebagai bahan baku gudeg yang jadi penyumbang inflasi di Jogja, seharusnya bisa dimitigasi jauh-jauh hari. Ini karena salah satu aspek yang membuat kelangkaan dan lonjakan harga itu adalah momentum Lebaran, di mana permintaan gudeg melonjak.


"Tren pemudik dan wisatawan itu harusnya bisa diantisipasi. Kalau jumlah angkanya banyak, maka stoknya juga harus diperbanyak," ujar dosen pendidikan ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Bambang Suprayitno (12/5).
Dikatakan, pemerintah memiliki peran sentral untuk mengatur skema mitigasinya. Pemerintah memiliki semua instrumen, resource dan stakeholder terkait untuk mengantisipasi.


Mulai dinas pertanian, BPS, BMKG, semua elemen itu bisa diajak duduk bersama dan mengatur skema mitigasi. "Pemerintahnya harus pintar mengatur. Mereka punya informasi soal iklim dan cuaca, masa tanam, hingga prediksi pemudik," ungkapnya.


Dikatakan, sektor pertanian juga harus diatur, petani jangan menanam dengan skema kompetisi. "Pemerintah harus mengatur masa tanam dan komoditas yang ditanam, termasuk nangka," tambahnya.


Sementara jika menilik dari sisi pasokan nangka muda di Jogja, Bambang berpendapat kelangkaannya bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Termasuk juga faktor cuaca yang akhirnya memengaruhi masa tanam.


"Pertanian kita terdampak perubahan iklim, jadi produksinya terdampak juga. Ini salah satu pemicu dari sisi suplai. Kalau hujan terlambat turun atau hujan terlalu lama, juga menyebabkan hasil yang kurang baik," katanya.


Ia juga menyoroti secara pola tahunan Jogja memang jadi salah satu kota besar tujuan wisata dan mudik. Mobilitas sosial yang terjadi juga akan tinggi dan berdampak pula, salah satunya pada kebutuhan konsumsi, termasuk gudeg.
"Kita ini tidak saja dipengaruhi jumlah pemudik dan wisatawan, tapi mereka yang melewati Jogja juga transit dan meningkatkan demand," paparnya.


Kendati banyak permintaan, ia meyakini gudeg juga tidak akan sampai mengalami kelangkaan. Hanya saja soal nangka muda yang sampai harus didatangkan dari daerah lain seperti Sumatera, memang harusnya bisa dimitigasi.


"Gudeg tidak akan langka, karena banyak substitusinya. Kalaupun gudeg langka, semua makanan yang ada di Indonesia itu ada di Jogja, pilihannya banyak," paparnya.
Didatangkan, kalau nangka muda didatangkan dari Sumatera, itu wajar dari sisi ekonomi. "Selama tidak ada hambatan dan ada ekonomi terbuka, ini wajar terjadi," tambah Bambang. (iza/laz)

Editor : Satria Pradika
#Khasiat Gudeg #Yogyakarta #gudeg #gori #UNY #DIY #nangka muda #bahan baku gudeg #Jogja