RADAR JOGJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja melantik 70 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Kamis (16/5). Uniknya, seluruhnya menggunakan pakaian adat Ngayogyakarta sebagai simbol pelestarian budaya dan penguatan persatuan baik penyelenggara, pemilih maupu yang dipilih.
Anggota PPK ini diklaim sudah memenuhi keterwakilan 38,5 persen perempuan. Mereka akan ditugaskan di 14 kemantren se- Kota Jogja dengan pembagian lima petugas di setiap kemantren.
“Setelah dilantik mereka segera melaksanakan tahapan pembentukan PPS di 45 kalurahan di Kota Jogja," ujar Ketua KPU Kota Jogja Noor Harsya Aryo Samudro, Kamis (16/5).
Proses rekruitmen PPS dimulai dengan tahapan seleksi CAT pada 18 Mei. Tahapan berikutnya wawancara 21-23 Mei dan akan dilantik 26 Mei.
Harsya menegaskan mulai hari ini para PPK yang telah dilantik sudah mulai bekerja yaitu diawali dengan orientasi tugas. Kemudian mereka akan bekerjasama dengan MPP untuk sekretariat PPK di kemantren masing-masing.
"Tantangan terberat saat ini adalah pertama melakukan sosialisasi ke kelompok-kelompok rentan dan marjinal, kemudian meningkatkan oartisipasi pemilih,"ujarnya.
Partisipasi pemilih dalam Pilkada 2017 lalu sebesar 73 persen. Kencenduranganya, partisipasi pemilih dalam Pilkada lebih kecil jika dibandingkan pemilihan legislatif maupun pilpres.
"Kita menggunakan metode partisipasi dengan melibatkan semua pihak sehingga angka partisipasi pemilih bisa meningkat," imbuhnya.(oso/din)
Editor : Satria Pradika