Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Terpantau Mulai Menghilang dari DIY Beberapa Hari Terakhir, Berikut Penjelasan BMKG Yogyakarta

Iwan Nurwanto • Kamis, 16 Mei 2024 | 18:13 WIB

PANAS: Pengunjung berjalan menutupi wajah dari sengatan matahari saat berjalan di kawasan Malioboro, Jogja, Selasa (19/3).
PANAS: Pengunjung berjalan menutupi wajah dari sengatan matahari saat berjalan di kawasan Malioboro, Jogja, Selasa (19/3).
RADAR JOGJA, SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut hujan sudah mulai menghilang dari wilayah DIY.

Bahkan di pertengahan bulan Mei ini semua kabupaten/kota sudah tidak lagi diguyur hujan selama beberapa hari terakhir.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, dari hasil pantauan selama tiga hari terakhir sebagian besar wilayah DIY tidak diguyur hujan.

Di mana sejak Senin (13/5) menurutnya tidak ada satupun kabupaten/kota yang mengalami hujan.

Kemudian Selasa (14/5), hujan dengan intensitas ringan hanya mengguyur sisi barat wilayah Yogyakarta. Tepatnya di kapanewon Kokap, Kulonprogo.

Sementara untuk Rabu (15/5) hujan kembali menghilang, tidak ada satupun kabupaten atau kota yang diguyur hujan.

Kondisi tanpa hujan kemungkinan juga akan terjadi pada hari Kamis (16/5).

“Mulai menghilangnya hujan dari wilayah DIY karena kini sudah memasuki musim kemarau,” ujar Reni saat dikonfirmasi, Kamis (16/5).

Reni menerangkan, bahwa wilayah DIY mulai memasuki musim kemarau sejak awal bulan Mei lalu.

Kondisi cuaca tanpa hujan itu pun diprediksi dapat terjadi hingga bulan September mendatang.

Dia melanjutkan, kalau selama musim kemarau ini suhu di Yogyakarta juga akan terasa cukup panas.

Bahkan rata-rata suhu tertingginya dapat mencapai 34 sampai 35 derajat celcius.

Baca Juga: Salut! Ikut Rayakan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108, Tukang Parkir Gunakan Pakaian Adat Jawa 

Baca Juga: Fasilitasi UMKM Promosikan Produknya di Toko Modern, Disdag Kota Jogja Gelar Kerja Sama dengan Indomart

Oleh karena itu, Reni pun menghimbau, agar masyarakat dan pemerintah mulai mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini.

Di antaranya potensi bencana kekeringan lahan pertanian, kebakaran hutan serta lahan, hingga kekurangan air bersih.

“Kewaspadaan musim kemarau dimulai bulan Mei sampai dengan September mendatang,” katanya.

Terkait kesiapan Pemkab Sleman menghadapi kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menyampaikan, hingga akhir bulan Mei pihaknya masih menetapkan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.

Sebab, saat ini masih masuk masa pancaroba atau peralihan musim penghujan ke kemarau.

Sehingga potensi bencana seperti hujan disertai angin kencang, pohon tumbang, hingga tanah longsor dapat masih terjadi.

Bambang menyatakan, kalau pembahasan terkait bencana kekeringan baru akan mulai dibahas bulan Juni mendatang.

Sementara jika melihat pengalaman tahun lalu, sebagian besar wilayah Bumi Sembada memang rawan mengalami bencana kekeringan.

“Tahun lalu 13 kapanewon mengajukan dropping air bersih," terang Bambang. 

Editor : Bahana.
#bmkg yogyakarta #Yogyakarta #cuaca #BMKG DIY #Hujan #DIY #panas