RADAR JOGJA - Dinas Pedagangan (Disdag) Kota Jogja menggelar fasilitasi kerja sama pemasaran produk pelaku UMKM dengan toko modern. Kegiatan ini menggandeng PT Indomarco Prismatama (Indomart).Tujuannya untuk membantu UMKM di Kota Jogja naik kelas. Salah satunya produk mereka bisa dipasarkan di toko-toko modern.
Sejauh ini memang produk UMKM di Kota Jogja belum banyak yang bisa menembus toko modern. Sampai dengan 2024 baru ada 15 produk dari UMKM Kota Jogja yang dipasarkan di gerai Indomart. 15 produk tersebut berasal dari 12 UMKM. Produk para pelaku UMKM perserta acara mayoritas merupakan jenis makanan.
Salah satu syarat produknya adalah barang dalam keadaan terbungkus atau kemasan. "Syaratnya yaitu perizinan seperti PIRT, sertifikasi halal, kualitias produk, dan kemasanya," ujar Kabid Bimbingan Usaha Promosi dan Kemitraan Perdagangan Dindag Kota Jogja Benedik Cahyo, kemarin (15/5).
Nah, selama fasilitasi ini UMKM di Kota Jogja dipertemukan dengan Indomart agar diberikan penjelasan cara dan syarat menjadi pemasok produk. Pesertanya 150 pelaku UMKM. Teknis penyelenggaraan sosialisasi dibagi tiga hari yang setiap harinya diikuti 50 peserta. "Setelah diberikan materi penjelasan, nantinya dalam tahap akhir akan ada kurasi produk yang langsung dikuratori Indomart," tuturnya.
Selain mendapatkan materi, para pelaku usaha diwajibkan untuk membawa produknya saat mengikuti acara. Hal tersebut agar para pelaku usaha bisa tahu apakah produknya bisa masuk pasar toko modern seperti Indomart. "Evaluasi akan dilakukan oleh manajemen, jika lolos kurasi nantinya akan bertahap dan lanjut untuk dikurasi tingkat manajemen atasnya," tandasnya.
Dalam Peraturan Wali Kota Jogja No 56 Tahun 2018 menyebutkan, minimarket yang beroperasi di Kota Jogja wajib melaksanakan kemitraan. Salah satu bentuk kemitraan adalah pemasaran produk dengan UMKM. "Itu menunjukan komitmen kita dan juga minimarket bahwa telah melaksanakan amanat Perwal dalam rangka pengembangan pemasaran pelaku UMKM di Kota Jogja," ujarnya.
Salah satu peserta yang juga pelaku UMKM dari Kemantren Tegalrejo, Laily Safitra menambahkan pihaknya cukup terbantu dengan acara tersebut. Menurutnya, materi-materi terkait pemasaran sangat dibutuhkan.
Pemilik Brand Dapur Bunda Nai itu juga menyampaikan masalah perizinan produk juga harus lengkap. Selain itu, kemasan harus diperhatikan supaya menarik dan diikuti dengan rasa yang memuaskan.
"Kadang para UMKM sendiri abai dengan perizinan, mereka hanya yang penting kemasan bagus punya brand sendiri. Padahal untuk merambah toko modern diperlukan kelengkapan perizinan," tuturnya. (oso/din)
Editor : Satria Pradika