RADAR JOGJA - Para siswa SMKN 3 Jogja bergiliran tampil menari secara grup, komplet dengan aneka kostum dan properti pendukung di sekolahnya kemarin (14/5). Ini merupakan implementasi dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri Faiz Mudhokhi mengatakan, acara diikuti siswa kelas X dengan menampilkan 20 tari tradisional Indonesia. "Total 20 kelas. Mereka tampil bergiliran dan membawakan tari tradisional Indonesia," katanya kepada Radar Jogja.
Faiz menjelaskan, program P5 sendiri diakui penting dan relevan untuk dilaksanakan para siswa. Hal ini karena ada banyak capaian yang bersifat membangun dan meningkatkan kompetensi diri siswa.
"Ada aspek seni, kreativitas, gotong royong. Seperti sekarang, mau tidak mau mereka kerja sama satu kelas, dari persiapan sampai sekarang. Ini bukan kerjaan satu atau dua orang," tambahnya.
Pemilihan seni tari sebagai implementasi luaran program P5 adalah kesepakatan antarsiswa sendiri. Selain itu dipilihnya seni tari juga relevan dan jadi upaya preventif menjaga budaya sekaligus kearifan lokal yang dimiliki Indonesia. "Harapannya peserta didik punya rasa ingin tahu budaya sendiri serta meningkatkan kreativitasnya," katanya.
Faiz menambahkan, P5 merupakan salah satu amanah wajib dari Kurikulum Merdeka yang menekankan proyek lintas disiplin ilmu dan di dalamnya juga menekankan pentingnya semangat eksploratif untuk proses pengembangan diri siswa.
"Sebagai SMK berbasis teknik yang rata-rata siswanya laki-laki, namun dapat bekerja sama dan berkolaborasi dalam gerak seni tari," jelasnya.
Sementara salah seorang siswa Tiara Nafisa mengaku senang dengan adanya program P5. Menurutnya, ada banyak soft skill dan peningkatan kompetensi yang didapatkan. Ia percaya hal-hal itu sangat penting untuk bekalnya di masa mendatang.
"Bagus ya, jadi belajar banyak. Seperti tari ini, kami kerja sama satu kelas. Seluruhnya terlibat dan persiapan sekitar tiga minggu," ujarnya.
Diakui, indikator penilaian dari pihak sekolah tidak hanya penampilan tari semata. Namun juga ada indikator lain seperti kreativitas poster yang memang wajib dibuat dan video dokumentasi berupa after movie.
"Kami sekelas kerja sama dan membagi job desk. Ini penting dan bagus karena menumbuhkan aspek kolaborasi dan gotong royong," terang siswa dari konsentrasi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) ini. (iza/laz)