RADAR JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus mengupayakan permasalahan pengolahan sampah. Dari tiga Penyelenggaraan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) milik Pemkot Jogja yaitu di Nitikan, Karangmiri, dan Kranon baru TPS3R Nitikan yang sudah beroperasi. Sedangkan TPS3R Kranon ditargetkan beroperasi pekan ini.
“Jika sudah beroperasi, TPS3R Kranon bisa mengolah 45 ton," ujar Kepala Bidang Pengolahan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko, kemarin (14/5).
Uji coba operasional telah dilakukan beberapa hari yang lalu. Namun, masih ditemukan beberapa kendala khususnya antisipasi air hujan yang dikhawatirkan akan mengenai mesin pengolah sampah.
Kondisi tersebut menjadikan Haryoko dan tim melakukan antisipasi datangnya air hujan dan memilih untuk menghentikan operasional mesin sementara. Target pengolahan sampah di TPS3R Nitikan 75 ton sampah per hari. Namun Haryoko menyampaikan target tersebut belum terpenuhi, TPS3R Nitikan baru bisa mengolah 73 ton sampah per hari.
Sementara itu, TPS3R Karangmiri diperkirakan operasionalnya masih relatif lama. Haryoko menilai akses jalan di TPS3R tersebut masih dalam kondisi kurang baik. Karangmiri tidak bisa optimal karena maksimal hanya 30 ton saja.
Dari pantauan Radar Jogja, tumpukan sampah masih terlihat di depo Pengok. Namun, dibandingkan dengan sebelumnya, volumen tumpukan tersebut sudah mulai berkurang. Di bagian dalam depo yang dibatasi pagar besi tumpukan sampah masih menggunung dan hampir menyentuh atap.
Warga sekitar depo Pengok, Heri mengatakan sampah tersebur sudah mulai menggunung sekitar tiga hari. Tumpukan tersebut terjadi secara bertahap, karena setiap hari pihak DLH memang mengangkut sebagian sampah namun tetap masih menumpuk.
"Setiap pagi sebenarnya ada yang menagngkut, tapi nanti siang atau sore balik lagi dan numpuk lagi," ujarnya.
Ia mengaku tidak mengetahui warga mana saja yang membuang sampah di depo ini. Ia menyampaikan jam buang di depo tersebut maksimal pukul 07.00. (oso/din)
Editor : Satria Pradika