Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DLH Kota Jogja Kelimpungan Atasi Tumpukan Sampah akibat Mitra Kerja Libur Tiga Hari saat Long Weekend  

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 14 Mei 2024 | 15:10 WIB

 

Tumpukan sampah menjamur di setiap sudut Kota Yogja. Salah satu faktor munculnya tumpukan sampah itu karena momen long weekend
Tumpukan sampah menjamur di setiap sudut Kota Yogja. Salah satu faktor munculnya tumpukan sampah itu karena momen long weekend

RADAR JOGJA  – Tumpukan sampah menjamur di setiap sudut Kota Jogja. Salah satu faktor munculnya tumpukan sampah itu karena momen long weekend yang menyebabkan operasional transportasi sampah dan mitra kerja Pemkot Jogja dalam pengolahan sampah juga libur.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mengaku 'gelagepan' dikarenakan kabar libur dari pihak swasta yang mendadak sehingga menyebabkan banyak tumpukan sampah.”Mitra kami dari swasta selama libur kemarin juga libur, nah itu cilokone di situ,” ujar Kepala Bidang Pengolahan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko, kemarin (13/5).

Padahal selain tiga TPS3R milik Kota Jogja, pihak Pemkot Jogja memang mengandalkan pohak swasta untuk mengantisipasi masalah persampahan. Namun karena libur yang hanya beberapa hari dan mendapatkan informasi libur yang mendadak, sirkulasi pengambilan sampah mengalami gangguan."Permasalahan tumpukan sampah seperti di Gondolayu dan lainya kami mencoba memaksimalkan kerja sama kami dengan swasta untuk mengolahya. Memang baru 30 ton (kuota sampah) untuk swasta per harinya," tuturnya.

Baca Juga: Pengadilan Negeri Bantul Sidangkan Lima Pembuang Sampah Liar, Ini Nominal Dendanya

Haryoko menjelaskan dengan libur selama tiga hari tersebut menyebabkan sekitar 90 ton sampah tertimbun di depo maupun TPS di Kota Jogja. Hitungan tersebut menurut kalkulasi dari 30 ton sampah yang biasa dikirim ke pihak swasta dikalikan tiga hari karena libur."Kami sedang bernego dengan pihak swasta, sampah yang tertunda kemarin bisa tidak di naikan dua kali lipat (kuota pembuangan), kalau memang bisa berarti setiap harinya tidak hanya 30 tapi mungkin 40-50 ton (kuota sampah),” jelasnya.

Negosiasi tersebut bertujuan agar sirkulasi sampah kembali seperti semula yaitu 30 ton pembuangan ke pihak swasta. Haryoko memperkirakan proses kembali ke tahap normal akan membutuhkan waktu tiga sampai lima hari ke depan.

Salah seorang warga RT 31 RW 07, Jogoyudan, Kota Jogja, Jujuk menyampaikan sampah di TPS RW 07 Jogoyudan terakhir diangkut beberapa hari lalu. Pengangkutan sampah tersebut tidak sampai habis karena menggunakan mobil pikap kecil.

Menurutnya, selain pengambilan sampah yang terhambat, penyebab adanya penguatan tersebut juga disebabkan banyak warga yang membuang sampahnya di TPS RW 07. Padahal, menurutnya setiap RW sudah ada TPS masing-masing. “Warga luar banyak yang dibuang ke sini, para penjual sekitar situ juga membuangnya pasti ke sini,” tuturnya.

Dari pantauan Radar Jogja, titik lokasi timbunan sampah tidak hanya di Jogoyudan RW 07. Di depo Pengok juga terkihat tumpukan sampah yang melebihi kapasitas depo hingga menggunung tepat di pinggir jalan. Selanjutnya di Giwangan, Umbulharjo Kota Jogja tepatnya di pinggir Ring Road Selatan juga banyak ditemukan sampah yang berserakan. (oso/din)

 

 

Editor : Satria Pradika
#Kota Yogja #Ahmad Haryoko #Sampah