RADAR JOGJA - Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba meminta dinas pendidikan untuk kembali mencermati urgensi program study tour.
Jika memang study tour harus tetap dijalankan, organisasi perangkat daerah (OPD) juga harus terlibat. Misalnya untuk perizinan sekolah ke dinas pendidikan wilayah sebelum berangkat study tour. “Termasuk tujuan dan manfaat dari study tour tersebut,” tegas Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba kemarin (13/5).
Selanjutnya, dinas terkait harus ikut melakukan pengecekan kesiapan keberangkatan. Khususnya dalam hal kendaraan yang digunakan. “Semua aspek diperhatikan dan ditaati,” tegasnya
Jika dari pengecekan kendaraan menyebutkan bahwa kendaraan bus yang akan digunakan tidak layak, maka harus dipikirkan ulang. "Jangan dipaksakan," lanjutnya.
Dia pun memprediksi, study tour akan digelar masif di sekolah usai pelaksanaan Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD). “Pemberian izin juga harus dilakukan secara ketat,” tegasnya lagi. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika