Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Ribuan Jemaah Haji DIY Diimbau Cegah Heat Stroke saat Ibadah Haji, Ini Panduan Diskes DIY

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 13 Mei 2024 | 21:36 WIB
Ilustrasi ibadah haji. (Dok Jawa Pos)
Ilustrasi ibadah haji. (Dok Jawa Pos)

RADAR JOGJA - Pemprov DIY akan memberangkatkan 3.402 jemaah haji pada gelombang kedua sekitar pertengahan Mei ke Tanah Suci Mekkah.

Dinas Kesehatan (Diskes) DIY menghimbau ribuan jemaah yang akan berangkat haji waspada kesehatannya di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.

Terutama mereka diminta dapat mencegah heat stroke.

Kepala Diskes DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan, heat stroke sangat beresiko dan berbahaya untuk kalangan lanjut usia (lansia), utamanya untuk yang kekurangan air di tengah cuaca panas ekstrem.

Meski tidak menutup kemungkinan kalangan orang muda berpotensi terserang jika tak menjaga daya tahan tubuhnya di tengah aktivitas yang tinggi saat cuaca panas terik.

"Itu yang kita khawatirkan serangan pada otak di kepala. Biasanya orang yang kena ini karena daya tahan tubuhnya kurang baik, oleh karena itu makan yang baik walaupun menunya tidak sesuai tapi perbanyak makan buah dan minum air," katanya di Kompleks Kepatihan Senin (13/5).

Pembajun menjelaskan, heat stroke atau serangan panas berbahaya menyerang lansia lantaran bisa menyerang heart attack atau serangan jantung jika memiliki riwayat tersebut.

Sehingga, lansia diminta sudah mempersiapkan kondisi dan menjaga serta meningkatkan kesehatan dirinya, terlebih sebelum melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, termasuk juga harus mengenali kondisi gejala heat stroke.

Para jemaah haji dihimbau tidak terlalu memaksakan diri beraktivitas di tengah cuaca panas.

"Yang jelas harus aktivitasnya aktivitas yang diwajibkan dan disunnahkan saja tidak usah aktivitas diluar dari hal itu. Karena suhu udara disana sekarang sudah mulai di atas rata-rata di Indonesia, jelas konsumsi air harus diperbanyak, itu lebih menghindari heat stroke," ujarnya.

Selain itu, para jemaah haji juga dihimbau wajib melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung. Setidaknya, bisa diupayakan memakai pelindung diri.

Baca Juga: FIRASAT ORANG TUA! Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Ciater Sempat Telepon Ayah Minta Digelarkan Kasur

"Harus mengupayakan pakai payung atau topi kalau harus keluar dari masjid tidak beraktivitas di masjid. Misal dari masjid pulang ke penginapan dan sebaliknya harus pakai pelindung payung, topi," jelasnya.

Pun para jemaah haji yang memiliki penyakit tidak menular (PTM) diminta tertib pengobatannya.

Petugas haji diminta berkonsultasi dan berkomunikasi kepada peserta haji agar obat rutin wajib dibawa.

Sehingga khusus kepada para jemaah haji dengan penyakit jantung, hipertensi dan PTM lainnya bisa terkontrol di Tanah Suci.

"Karena disana obat umum, sebaiknya keluarga ikut membantu mengkomunikasikan ini supaya lansia bisa beribadah disana dengan baik dan pulang dengan selamat. Tidak hanya dari tenaga kesehatan, tapi para jemaah di kloter itu harus saling menjaga terutama kalau ada lansia harus berkenan membantu," terangnya.

Terbaru, jemaah haji juga harus vaksin polio, namun karena di DIY tidak ada kasus polio sehingga vaksin tersebut tidak diwajibkan.

"Kalau Jateng dan Jatim ada (kasus), wajib vaksin dari kementerian karena memang ada kasus tidak diharapkan di sana ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Tapi DIY alhamdulillah aman, meningitis tentu saja sudah (vaksin) untuk radang otak," tambahnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama DIY Masmin Afif mengatakan, pada tahun 2024 memberangkatkan sebanyak 3.402 calon haji yang terbagi dalam 11 kelompok terbang (kloter).

"Kloter kita semua ada 11, yang sembilan (kloter 46-54) utuh dari Jogjakarta dan dua kloter (81 dan 100) gabungan dengan Jawa Tengah," katanya dalam acara Pamitan Calon Jamaah Haji DIY di Bangsal Kepatihan.

Masmin menyebut 3.402 calon haji yang diberangkatkan tahun ini terdiri atas 3.147 orang berasal dari kuota reguler, 128 kuota tambahan, dan 74 orang yang merupakan calon haji mutasi dari daerah lain.

Dari jumlah tersebut, kuota jamaah calon haji lansia tercatat sebanyak 157 orang.

Dia menyebut, jemaah calon haji tertua DIY dengan usia 95 tahun yakni Umirah Suto Rejo asal Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Sedangkan, calon haji termuda atas nama Aledewa Rajaa Taqiy asal Ngaglik Sleman dengan usia 18 tahun.

"Semua yang berangkat sudah mendapatkan vaksin meningitis," tambahnya.

Editor : Bahana.
#Pemprov DIY #jemaah haji #heat stroke #Haji DIY #diskes #Diimbau #Diskes DIY #DIY #Arab Saudi #mekkah #tanah suci