RADAR JOGJA - Kemantren Wirobrajan mengadakan Gelar Potensi Pertanian Kemantren Wirobrajan dan melibatkan 14 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pelaku tani. Kegiatan yang digelar 11 dan 12 Mei ini untuk menumbuhkan semangat menanam untuk para kelompok maupun pelaku pertanian.
Walaupun mengalami keterbatasan lahan, ternyata mereka dapat menunjukkan hasil tanamannya bahkan banyak yang terjual.
Kepala Jawatan Kemakmuran Kemantren Wirobrajan Desi Indriastuti mengatakan, terdapat lebih 14 stand dari kelompok KWT yang memamerkan baik hasil bumi maupun berbagai jenis tanaman hias, buah, dan sayur. Mereka juga menjual bibit-bibit tanaman.
"Harapanya para KWT di Kemantren Wirobrajan bisa bangkit kembali. Yang dukunya mati sementara selama Pandemi Covid-19," tuturnya.
Desi menilai dengan peran para KWT juga bisa mengantisipasi stok bahan makanan khususnya sayuran walaupun dalam skala kecil. Selain itu, hasil sayur yang terjual juga bisa sebagai tambahan pendapatan bagai keluarganya. "KWT itu contohnya dari Kelurahan Pakuncen yaitu Kuncen Hijau, Mitra Tani, Tegal Astri, Ngudi Mulyo dan masih banyak lagi dari berbagai Kelurahan di Wirobrajan," jelasnya.
Sejumlah lomba juga mengisi acara tersebut di antaranya lomba Tanaman Buah Dalam Pot (Tabulampot), Diservisifikasi makanan dari olahan singkong dan lomba lomba tananaman lainya. "Ini merupakan kegiatan pertama yang kami lakukan. Harapanya ini akan terus berlanjut sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat khususnya kelompok tani," jelasnya.
Salah seorang anggota KWT Tegal Asri, Dawani menambahkan bahwa kelompok taninya memang baru kali pertama mengikuti acara gelar potensi pertanian di Kemantren Wirobrajan. Namun sebelumnya, kelompok tersebut sering mengikuti kegiatan semacam itu yang diadakan oleh Pemkot Jogja di Komplek Balai Kota Jogja.
KWT Tegal Asri merupakan kelompok dari Kelurahan Pakuncen tepatnya di RW 02 Tegalmulyo. Kelompok tersebut beranggotakan 26 wanita yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. (oso/din)
Editor : Satria Pradika