Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Semakin Banyak Muslim Indonesia Berhaji, Haedar Nashir : Harapannya Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan Tak Terjadi

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 13 Mei 2024 | 16:00 WIB
Humas PP Muhammadiyah
Humas PP Muhammadiyah

RADAR JOGJA - Jemaah Calon Haji (JCH) dari Indonesia mulai diterbangkan ke Tanah Suci, kemarin (12/5). Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berharap semakin banyak kaum muslim berhaji semakin tertanam kebaikan, utamanya korupsi atau segala perbuatan buruk tidak terjadi di negeri ini.


Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, meraih haji mabrur berarti semakin tertanam kebaikan-kebaikan yang utama selama prosesi sampai pulang ke tempat masing-masing. "Mabrur itu segala kebaikan yang digariskan syariat Islam dan yang menjadi kebaikan umum yang dibenarkan syariat," katanya.


Berhaji yang mabrur bukan hanya selama prosesi ibadahanya, tetapi tidak kalah penting sesudahnya dalam kehidupan sehari-hari. Apabila selama haji dilarang mengucapkan ujaran yang rafas (jorok), fusuq (inkonsisten, khianat), dan jadal (bertengkar), maka dalam kehidupan sehari-hari setelah berhaji perangai buruk tersebut sejatinya juga tidak dilakukan.

Termasuk dalam bermedia sosial dan interaksi sosial lainnya. “Semakin banyak kaum muslim berhaji, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, perusakan sumberdaya alam, dan segala perbuatan buruk tidak terjadi di negeri ini," ujarnya.


Menurutnya, ibadah haji berat prosesnya yang memerlukan istita’ah secara fisik termasuk kesehatan, selain kesiapan ruhani. Seluruh proses dinilai dapat dijalani dengan hati tuma’ninah bilamana dilandasi dengan keikhlasan.

Haji bukanlah gelar dan atribut. Tetapi ibadah rukun Islam kelima yang menuntut kepasrahan kepada Allah dalam menunaikannya. “Disertai segala kegiatan yang seksama sesuai yang disyariatkan Islam dan pelaksanaannya sejalan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.


Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag DIY Aidi Johansyah mengatakan, jumlah JCH dari DIY mendapatkan kuota 3.329 orang ditambah jemaah mutasi sekitar 73 orang sehingga total keseluruhan berjumlah 3.402 orang. Mereka terbagi dalam kloter 46 sampai 54 dan kloter 81 serta kloter 100. Mereka akan berangkat dari Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah.


Kloter pertama yaitu kloter 46 akan masuk asrama di Solo pada 23 Mei sore. Lalu akan berangkat pada 24 Mei pukul 19.20 dan tiba di Tanah Suci pada 25 Mei pukul 03.50. Sementara kloter terakhir yakni kloter 100 akan masuk asrama pada 9 Juni. Lalu pada 10 Juni pagi berangkat ke Tanah Suci. (wia/din)

Editor : Satria Pradika
#PP Muhammadiyah #jch #Kemenag DIY #DIY #jemaah calon haji #tanah suci