JOGJA - Untuk menangani problem sampah seiring penutupan permanen Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan Bantul, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melakukan mengoptimalan depo-depo sampah.
Pemkot juga mengandeng kerja sama dengan pihak swasta.
Harapannya, dapat merampungkan persoalan sampah yang ada di Kota Jogja.
Penjabat (PJ) Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan, secara progres, kerjasama yang dilakukan dengan pihak swasta itu saat ini sudah 100 persen berjalan.
Dan dari perpertengahan bulan April lalu, sudah mulai dioperasionalkan dengan kapasitas 20 ton perhari.
Tak hanya itu, Pemkot Jogja nantinya juga akan meningkatkan operasional dengan pihak swasta itu di bulan Mei 2024 ini.
"Sampah swasta kalau yang sekarang kan baru 20 ton nanti di awal Juni rencananya bisa menjadi 40 ton," katanya, Sabtu (11/5/2024).
Namun saat ditanya soal nama-nama perusahaan dan di mana tempatnya dari pihak swasta yang bekerjasama dengan Pemkot itu.
Singgih Raharjo enggan membeberkan.
"Namanya itu kalau swasta itu ya swasta," cetusnya.
Sebagai upaya menekan produksi sampah, kata Singgih, edukasi mengenai sampah kepada masyarakat terus digalakan.Ssejak awal Pemkot Jogja
Edukasi dilakukan melalui program Mbah Dirjo.
Mbah Dirjo kependekan dari Mengolah Limbah dan Sampah dengan Biopori Ala Jogja.
Program ini adalah sebuah gerakan yang mengajak masyarakat agar mereka mengelola sampah organik melalui biopori baik secara mandiri, di tingkat rumah tangga, atau secara komunal, dengan biopori jumbo.
Singgih menuturkan, pada bulan Mei ini Pemkot Jogja juga sudah melakukan penanganan dengan biopori.
"Biopori itu berikan ke masing-masing Kelurahan untuk dibagikan ke masing-masing rumah. Di mana satu rumah mendapatkan dua biopori," katanya.
Tak hanya itu, Pemkot Jogja juga sudah menerapkan desentralisasi penanganan sampah sajak 1 Mei 2024 lalu.
Sejauh ini, sudah ada tiga lokasi yang disiapkan oleh Pemkot Jogja untuk menangani persoalan sampah itu.
Salah satunya di TPS 3R Nitikan yang sudah operasional dengan kapasitas 60 sampai 70 ton perhari.
Kemudian ada TPS 3R di Kranon yang sedang dalam tahap finishing.
Singgih berharap pada akhir Minggu bulan ini TPS 3R Kranon ini sudah selesai.
Dengan begitu, pada Minggu selanjutnya sudah bisa diujicobakan.
Adapun operasionalisasi di TPS 3R Kranon, bisa menampung volume sampah dengan kapasitas perharinya 40 ton.
Baca Juga: Godaan Warna Baru Sepeda Motor Ikonik Honda Super Cub C125
Lalu ada juga TPS 3R yang berada di Karangmiri yang juga sedang dalam proses pembangunan, dan rencananya akan selesai di akhir bulan Mei atau awal Juni.
Untuk TPS 3R Karangmiri ini harapannya juga bisa dioperasionalkan dengan kapasitas 25 sampai 30 tom perhari.
"Sisanya kami kerjakan bersama atau kemitraan dengan swasta dan pemerintah daerah," tegas Singgih Raharjo.
Singgih Raharjo juga menegaskan akan ada sangsi untuk para pembuang sampah sembarang di Kota Jogja.
Dan untuk menangani kasus pembuangan sampah sembarang itu.
Pihak Pemkot Jogja akan mengajak kerjasama antara masyarakat, kelompok masyarakat, dan para kepala wilayah untuk bersama-sama menjaga kota Jogja.
Hal itu harapannya agar para masyarakat jangan hanya mengandalkan Pemerintah saja.
Namun laporan dari warga dan laporan dari wilayah juga harus dijaga, supaya tidak ada pembuangan sampah ilegal yang ada di Kota Jogja.
"Kan sudah dari awal kami lakukan untuk pembuang sampah kami OTT. Dulu pernah kami lakukan, dan sangsinya tipiring, karena sudah ada pasalnya ya kemarin," tandas Singgih Raharjo. (ayu)
Editor : Meitika Candra Lantiva