Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemprov DIY Siapkan Kajian Mitigasi Bencana Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Sumbu Filosofi Jogja

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 10 Mei 2024 | 13:40 WIB

 

ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Pemprov DIY tengah menyusun kawasan sumbu filosofi Yogyakarta menjadi tempat yang aman dan tahan terhadap risiko bencana. Ini sejalan dengan pengusulan Komite Warisan Dunia UNESCO agar pemerintah Indonesia menyusun disaster risk management plan (DRMP) untuk properti warisan dunia.


Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, penyusunan DRMP dilakukan untuk menjaga dan melindungi warisan dunia kawasan sumbu filosofi dari risiko bencana alam. Warisan dunia kawasan sumbu filosofi berada di wilayah yang rentan terhadap bencana. "Letaknya di wilayah yang rawan bencana menuntut kita untuk bertindak cepat dan bijaksana," katanya (8/5).


Beny menjelaskan, sebagai masyarakat Jogja yang peduli terhadap budaya, sepatutnya merasa bangga karena kawasan sumbu filosofi telah diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Pengakuan ini adalah cerminan betapa berharganya warisan budaya yang dimiliki dan terangkum dalam 144 atribut warisan budaya yang saling terhubung, mulai upacara hingga festival dan kesenian.


BPBD DIY disebut juga telah menyelesaikan kajian mitigasi bencana bangunan cagar budaya. Sementara BPKSF Disbud DIY telah menyelesaikan kajian risiko bencana di kawasan sumbu filosofi dan menjadi tuan rumah focus group discussion (FGD) pada tahun ini.


Demikian pula Direktorat Perlindungan Kebudayaan juga telah mengadakan lokakarya tentang pengurangan risiko bencana untuk cagar budaya. Menurutnya, penting melakukan penyusunan DRMP yang terintegrasi, berbagi kemajuan dan inisiatif yang telah dicapai. Dan bersama-sama berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.


"Mari dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita nguri-uri kabudayan. Mari kita jadikan kawasan sumbu filosofi ini menjadi tempat yang aman dan tahan terhadap riesiko bencana. Demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi yang akan datang," ujarnya.

 


Sementara Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Manggar Sari mengatakan, kebudayaan sebagai modal utama untuk membangun negara. Kebudayaan sebagi sumber daya untuk menghadapi berbagai tantangan, seperti ekologi, ekonomi dan sosial.


Terlebih Provinsi DIY secara umum, dan kawasan sumbu filosofi secara khusus memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologi dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana. Baik bencana yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#Beny Suharsono #Pemprov DIY #Yogyakarta #Sumbu Filosofi Jogja #UNESCO #risiko bencana #warisan dunia #bangunan cagar budaya