RADAR JOGJA - Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kota Jogja menyelenggarakan Gerakan Sumbang Buku 2024. Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan kegemaran membaca masyarakat dan meningkatkan pemenuhan buku di Kota Jogja.
Sebab, kepedulian masyarakatnya dinilai kurang. "Data terkait kepedulian masyarakat menyumbangkan buku belum menggembirakan," ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja Afia Rosdiana, kemarin (9/5).
Afia menyampaikan data pada tahun 2023 jumlah masyarakat yang menyumbangkan buku melalui Layanan Bank Buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja rata-rata 340 eksemplar setiap bulan.
Sedangkan jumlah buku yang disalurkan kembali pada masyarakat rata-rata setiap bulan 270 eks. "Oleh karena itu Gerakan Sumbang Buku melalui Layanan Bank Buku Kota Jogja ini perlu digiatkan kembali," tuturnya.
Gerakan Sumbang Buku 2024 tersebut nantinya bisa diikuti oleh masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, penerbit, toko buku, dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Jogja. Selanjutnya, buku tersebut nanti akan disumbangkan kepada komunitas atau instansi yang bergerak di bidang literasi di Kota Jogja.
"Buku-buku yang terkumpul melalui Bank Buku akan disumbangkan kepada masyarakat, sekolah atau komunitas literasi yang membutuhkan, dengan memrioritaskan sumbangan buku di sekitar Kota Jogja," jelasnya.
Beberapa boks tempat penerimaan bukun sumbangan juga tekah disiapkan dibeberapa titik. Buku yang disumbangkan diharapkan masih layak baca baik fisik maupun isi. Pertama di Perpustakaan Pevita, Mall Pelayanan Publik, Masjid Diponegoro, Kantor Dukcapil Kota Jogja, Kantor Disdikpora Kota Jogja, Bank Jogja, BPD Senopati, Shoping Center lantai 2, GKJ Mergangsan, Togamas Kotabaru dan Kampus UKDW.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan gerakan tersebut dalam rangka Hari Buku nasional yang jatuh pada 17 Mei. Pemkot Jogja telah menyediakan 12 boks bagi masyarakat umyang ingin menyumbangkan bukunya. "Penerimaan tersebut berlangsung pada 3-31 Mei," ujarnya. (oso/din)
Editor : Satria Pradika