JOGJA - Untuk keenam kalinya, SMAN 3 Padmanaba Jogja melakukan study tour ke luar negeri. Tahun ini belasan siswa dan satu guru pendamping berkunjung ke empat negara di Benua Eropa.
Kepala SMAN 3 Padmanaba Jogja Kusworo mengatakan study tour merupakan program sekolah sebagai realisasi dari MOU antara SMAN 3 Padmanaba dan Stedelijk College Eidhoven, Belanda.
"(Kerjasama) kedua sekolah (berlangsung) sejak tahun 2013. Isi MOU antara lain tentang kunjungan siswa dan guru dari kedua sekolah," kata Kusworo Kamis (9/5/2024).
Agenda tahun ini adalah kunjungan keenam dan diikuti 18 siswa dan satu orang guru. Objek utama kunjungan Stedelijk College Eidhoven dan sejumlah universitas lainnya. Pilihan kunjungan ke negara lain hasil kesepakatan antara siswa, orang tua, dan biro tour.
"Berangkat 3 Mei dijadwalkan sampai Jogja 21 Mei 2024," ucapnya.
Tujuan ke negara Perancis, Swiss, Jerman, dan Belanda.
Harapannya dapat terbangun persahabatan dan saling memahami budaya.
"Dari guru pendamping mampu mengadakan observasi tenkait hal-hal baik yang ada di sekolah tersebut," ujarnya.
Selama di Eropa, para siswa SMAN 3 Padmanaba Jogja bisa merasakan atmosfer kuliah di negara Swiss. Seperti fasilitas belajar, kantin, area publik, ruang kelas, ruang multimedia, serta transportasi menggunakan kereta Trem.
Kemudian dilanjutkan FREIE UNIVERSITY BERLIN di Jerman, dan terakhir, mengunjungi Stedelijk College Eidhoven, Belanda.
Di Stedelijk College akan mengorganisasi kegiatan ekstra untuk murid-murid SMA 3 Padmanaba Jogja mengalami proses pembelajaran di sekolah dan aktivitas pendidikan lainnya. Seperti menyambangi The Hague, Amsterdam, TU - University, the Efteling and a visit to Eindhoven.
"Ini adalah benar-benar study tour, perpaduan antara tour dan study," ucapnya.
Untuk pembiayaan study tour sepenuhnya ditanggung oleh orang tua siswa peserta. Program tidak bersifat wajib, peserta berasal dari kelas X dan XI. Disinggung mengenai biaya mencapai Rp 45 juta per orang, pihaknya mengaku tidak tahu persis.
"Oh nggih, mungkin begitu (Rp 45 juta per orang)," jelasnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin