Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Proyek Revitalisasi Benteng Keraton Jogja Memakan Korban, Seorang Pekerja Tewas dan Satu Terluka karena Tertimpa Cor Rumah

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 8 Mei 2024 | 13:00 WIB

 

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA


RADAR JOGJA - Proyek revitaliasi Benteng Keraton Jogja memakan korban jiwa. Dua orang tukang bangunan tertimpa bangunan rumah saat dilakukan pembongkaran di Nagan Kidul, Patehan, Kraton, Kota Jogja, kemarin (7/5).


Saat dilakukan evakuasi, salah satu korban meninggal dunia di tempat dan jenazahnya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara, Kalasan, Sleman. Dua korbannya adalah warga Kabupaten Magelang dan Sleman.

HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA
HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA


Kasi Humas Polresta Jogja AKP Sujarwo menyebutkan, korban meninggal dunia adalah Maryono, 52, warga Blunyah Gede RT 08 RW 03, Sinduadi, Mlati, Sleman. "Jenazah korban kini di RS Bhayangkara," ujarnya saat dikonfirmasi kemarin (7/5). 


Sementara korban yang mengalami luka-luka bernama Sencaki Mahendra Wijayanto, 47, warga Tempursari 2 RT 06 RW 03, Desa Tempursari, Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang. "Korban luka pada bagian telapak kaki kiri dan saat ini di RS Panti Rapih Jogja," tambahnya.


Pemilik rumah, Sudaryanto, dalam peristiwa ini sebagai saksi. Kronologi kejadiannya pada 1 Mei lalu pemborong  mendatangi rumah Sudaryanto dengan maksud untuk membeli bongkaran bangunan rumahnya. "Terjadilah kesepakatan harga sebesar Rp. 2,5 juta," jelasnya. 
Selanjutnya eksekusi pembongkaran dilakukan pada hari Selasa (7/5). Rumah itu terdiri tingkat, di mana bagian atasnya atau lantai dua terdapat cor.

Warga sedang menjelaskan kronologi kejadian robohnya bangunan di Nagan Kidul, Kota Jogja.
Warga sedang menjelaskan kronologi kejadian robohnya bangunan di Nagan Kidul, Kota Jogja.


"Saat kejadian kedua korban sedang di lantai bawah dan tiba-tiba dak ambruk, menimpa dua kroban hingga mengakibatkan satu luka dan satu orang meninggal dunia di TKP," ungkapnya.
Berdasarkan analisa pihak kepolisian, kegiatan pembongkaran bangunan itu atas inisiatif pemborong dan pemilik rumah. Pemborong akan menjual kembali untuk mencari keuntungan dari kayu atau kusen-kusen bekas rumah itu.


"Korban bersama teman-temannya diduga tidak memperhatikan kekuatan cor lantai atas pada saat melakukan pembongkaran, hingga mengakibatkan roboh dan menimpa para korban," tandas Sujarwo.


Sementara itu, salah seorang warga setempat, Yuliana menambahkan, pemilik bangunan sudah tidak menempati rumah itu dalam kurun beberapa hari terakhir. Proses evakuasi dilakukan oleh BPBD, Damkarmat, instansi terkait dan relawan. 


"Korbannya ada dua orang. Yang satu patah-patah (tulang), kemudian yang satunya meninggal di tempat karena tertimpa dak atau atap beton. Dak yang runtuh itu ada tambahan ratusan genting," kata Yuliana.


Warga lain, Panggih mengatakan, tragedi ini terjadi sekitar pukul 08.45. Saat kejadian itu dia sedang lewat di TKP dan langsung ikut mengevakuasi korban.  "Pas saya lewat di depan rumah ini, brek...," ujarnya. 


Menurutnya, saat kejadian ada empat orang di TKP. Dua tukang berada di dalam dan dua lainya di luar rumah yang merupakan sopir truk dan kernetnya.
"Yang satu meninggal, satu selamat tetapi luka-luka. Terus yang dua di luar sopir truk dan kernet yang membantu evakuasi pertama sama saya bertiga," tuturnya. 


Saat melakukan evakuasi, Panggih hanya berada di luar dan membantu mengangkat reruntuhan bangunan. Hal itu dikarenakan ia merasa tidak memakai baju safety sehingga terlalu berbahaya jika masuk ke dalam rumah. 


"Saya langsung hubungi teman-teman relawan dan langsung datang ke sini semua, karena poskonya dekat, di Tamansari sini," bebernya. 
Panggih menilai robohnya dak atau bagian atap rumnh itu karena tumpukan genting hingga beban menjadi berat. Ditambah lagi tukang di bawah sedang memukuli tembok dengan palu besar hingga menyebabkan getaran. 


"Dak itu kan berat dan di bawah ada getaran dari tukang yang memukuli tembok dengan palu. Ya, mereka kurang perhitungan. Seharusnya genting diturunin dulu, baru mengerjakan yang lain," tandasnya. (oso/laz) 

Editor : Satria Pradika
#safety #Benteng Keraton #Kota Jogja #Keraton #proyek revitalisasi #jenazah #pekerja tewas #meninggal dunia #roboh #tkp #Menelan Korban #pekerja #benteng #keraton jogja #proyek #RS Bhayangkara #Patehan #ambruk