JOGJA - Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO) berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan. Selain kerjasama dengan institusi pendidikan dalam negeri, juga kolaborasi bersama kampus asing.
Ketua STIMARYO, Dr. Wegig Pratama mengatakan kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan, salah satunya berupa peningkatan mutu taruna dalam penguasaan bahasa asing.
"Termasuk kolaborasi pada kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat," kata Wegig Pratama Selasa (7/5/2024).
Selain kemampuan berbahasa asing, taruna juga difasilitasi untuk melaksanakan program magang di DuDi yang telah bekerjasama dengan pihak kampus.
"Mitra industri STIMARYO bergerak dalam industri pelayaran dan keagenan kapal yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia," jelasnya.
Program magang bertujuan untuk mempersiapkan lulusan agar mendapatkan pengalaman praktis dan memahami dunia industri.
"Tidak sedikit taruna magang pada akhirnya direkrut oleh perusahaan tempat mereka magang," ucapnya.
Dari STIMARYO pun mengadakan rekrutmen karyawan kerjasama dengan perusahaan mitra. Pihaknya berusaha menjaga hubungan baik dengan mitra kerjasama untuk terus bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan mutu Pendidikan khususnya bidang maritim.
Lebih jauh dikatakan peningkatan kerjasama dalam dan luar negeri juga sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu dosen, taruna maupun tenaga kependidikan.
"Beberapa dosen STIMARYO juga telah mengadakan joint research dengan salah satu mitra kerjasama asing yakni University of Saint Anthony, Filipina," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala LPPM STIMARYO Sahudi mengatakan, kesempatan perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma perlu kolaborasi. Setiap tahun STIMARYO melaksanakan program LPPM.
"Memfasilitasi kegiatan dosen maupun kegiatan dosen yang melibatkan mahasiswa terkait dengan penelitian dan pengabdian masyarakat," kata Sahudi.
Di kampus STIMARYO ada dua pola pengabdian masyarakat. Pola pertama memenuhi standar Kementerian Pendidikan Kebudayaan maupun Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikbud-Kemendikti). (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin