RADAR JOGJA - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tenaga non-ASN tahun 2024 bakal dibuka Juni mendatang.
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ telah mengusulkan formasi ke pemerintah pusat, dari jumlah yang ada terbanyak untuk formasi PPPK tenaga teknis dan guru.
Kepala BKD DIJ Amin Purwani mengatakan, pengusulan formasi untuk kebutuhan di DIJ sudah dikirimkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Entry system telah ditutup terakhir untuk batas akhir pemenuhan rincian pada 30 April lalu. Namun jumlahnya belum mendapat kepastian dari pusat.
"Dan 5 sampai 8 Mei, kami diundang untuk coaching clinic di Jakarta bersama kementerian untuk proses selanjutnya. Coaching klinik ini semacam validasi dan verifikasi usulan dengan tim pusat dari TIK daerah," katanya, kemarin (6/5).
Usulannya itu fokus paling banyak adalah untuk PPPK teknis dan guru di antaranya 184 untuk formasi PPPK guru dan 2.406 untuk formasi PPPK teknis. Sementara untuk CPNS sebanyak 354 orang.
Nantinya usulan dari DIJ ini akan ditetapkan oleh PANRB untuk mengetahui berapa yang disetujui. "Dari sana usulan kami nanti akan ditetapkan oleh Kemenpan, formasi mana saja dan berapa yang disetujui dan ditetapkan dari Menpan, DIJ dapat berapa," ujarnya.
Tahun ini, seleksi non ASN tak membuka untuk formasi tenaga kesehatan. Sebab formasi PPPK kesehatan sudah dilakukan tahun lalu. Naban atau PPPK DIJ sejumlah 2.406 orang yang terdaftar BKD DIY tersebut akan berproses untuk proses beralihnya menjadi PPPK pusat yang bekerja untuk pemerintah di DIJ. Salah satu syarat khususnya sudah masuo ke dalam database BKN RI yang sebelumnya telah di-entry 2022 lalu.
Sedangkan untuk tes seleksi tersebut masih menggunakan sistem CAT sesuai arahan dari pusat. Namun, kepastian lokasi maupun teknis penyelenggaraan tesnya ini belum dibahas dan ditetapkan.”Jadwal juga ditentukan pusat," tambahnya. (wia/din)
Editor : Satria Pradika