RADAR JOGJA - Pengumuman kelulusan bagi siswa SMA termasuk juga di Jogjakarta dilakukan kemarin (6/5). Kendali pengumuman kelulusan sudah banyak dilakukan sekolah-sekolah dengan metode online . Hal ini pun dilakukan sebagai bentuk antisipasi siswa tidak melakukan konvoi dan coret baju.
“Itu bisa meminimalisir kemacetan yang berujung pada konvoi atau arak-arakan di jalan, coret-coret baju, vandalisme, kekerasan, dan lain-lain,” lontar Kordinator Kajian Ilmu Pendidikan dan Dosen Prodi Kebijakan Pendidikan FIPP UNY Ariefa Efianingrum kemarin (6/5 ).
Ariefa menggambarkan, fenomena siswa yang berkumpul dan melakukan konvoi hingga coret-coret baju merupakan tradisi lama yang perlu dikritisi bersama. Dikatakan, faktor yang melatarbelakangi antara lain adalah pengaruh lingkungan pergaulan. Yaitu pertemanan di sekolah hingga teman sebaya atau peer group . Sejauh yang terjadi selama ini, tindakan euforia yang berlebihan lebih banyak mendatangkan masalah daripada manfaatnya.
Baca Juga: Antisipasi Euforia Kelulusan Siswa SMA/SMK, Polres Purworejo Cegah Konvoi dan Razia Miras
“Lulus SMA bukanlah perjuangan akhir, mengingat selepas SMA masih banyak tantangan yang menghadang di masa depan,” pesannya.
Menurutnya, jika konvoi hingga coret-coret masih dilakukan, hal ini bisa memicu terjadinya antarsiswa. Hal ini pun dapat berakhir pada tawuran atau kekerasan jalanan. “Dampaknya mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Kegiatan ini negatif, selanjutnya, harus diputuskan siklusnya. Namun hal ini perlu dilakukan sinergi antarlembaga dan masyarakat luas. Seperti peran para orang tua membiasakan anak-anak berada di rumah pada malam hari, dan menasihati anak-anak untuk menjauhkan diri dari tindakan yang tidak produktif, agresivitas, dan kekerasan. Kemudian imbauan dari sekolah hingga dinas pendidikan tidak berkerumun, konvoi, coret-coter maupun tembok.
“Inovasi yang berbasis kearifan lokal juga perlu ditingkatkan, seperti gerakan Ibu memanggil pulang, giat jaga warga dan sapa aruh (saling bertegur sapa) untuk menunjukkan kepedulian sosial di kalangan masyarakat,” bebernya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika