Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemberangkatan Haji di DIY-Jateng Tetap dari Adi Soemarmo Boyolali, Pembangunan Embarkasi Jogja Masih Tunggu Anggaran

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 6 Mei 2024 | 16:30 WIB
PESAT: Bandara YIA saat dipenuhi penumpang yang hendak melakukan perjalanan. (Anom Bagaskoro/Radar Jogja)
PESAT: Bandara YIA saat dipenuhi penumpang yang hendak melakukan perjalanan. (Anom Bagaskoro/Radar Jogja)

 

 

RADAR JOGJA - Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) 2024 dari DIY belum ada peralihan, menyusul adanya penurunan status Bandara Adi Soemarmo Boyolaludari internasional ke domestik. Sebanyak 3.452 JCH masih tetap diberangkatkan melalui Embarkasi Solo (SOC).


Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY Masmin Afif mengatakan, sementara ini belum ada informasi peralihan pemberangkatan haji menyusul YIA ditetapkan sebagai bandara internasional di DIY dan Jawa Tengah.


"Persiapan kita masih tetap di Solo. Karena besok tanggal 11 Mei itu jemaah sudah masuk asrama haji yang kloter pertama Solo. Kalau kloter 46 Jogja masih pertengahan Mei," katanya kepada Radar Jogja kemarin (5/5).


Adapun JCH asal DIY akan diberangkatkan sebanyak 11 kloter dengan total 3.452 orang. Jumlah ini meningkat sedikit karena ada tambahan nasional total 20 ribu JCH.


Dari jumlah 3.452 JCH ini terdiri atas kuota reguler 2.951, lanjut usia 157, dan kuota tambahan 182. Kemudian ditambah petugas daerah yang diberangkatkan 27 orang, kelompok bimbingan haji dan umrah (KBIHU) 12 orang, petugas kloter 50 orang dan jemaah mutasi 73 orang. "Ada yang full Jogja, ada yang gabung dengan Jateng," ujarnya.


Meski begitu Masmin menjelaskan rencana pembangunan embarkasi haji di Kabupaten Kulon Progo tetap pada rencana. Saat ini masih berproses dan sedang berjuang mengomunikasikan dengan pemerintah pusat terkait anggaran.


"Kita sedang mengajukan permohonan anggaran. Tentunya itu kewenangan di pusat, kita hanya mengajukan pada saatnya diperjuangkan dapat ya nanti kita tindaklanjuti," ujarnya.


Terkait berapa besar kebutuhan anggaran untuk mendirikan asrama haji di Kabupaten Kulon Progo itu, dia tidak membeberkan. Skema anggarannya pun belum bisa diketahui. "Nanti melihat skema anggarannya. Kalau memang anggaran pusat ya nanti kita laksanakan aja perintah dari pusat," jelasnya.


Adapun tanah calon lokasi embarkasi haji di Kulon Progo akan memakai lahan seluas 7 hektare berstatus Sultan Ground (SG) atau milik Keraton Jogjakarta. Lokasi tanah itu ada di Dusun Pripit, Kalurahan Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo. Calon lokasi embarkasi ini berjarak 5 km dari bandara YIA. "Tanah sudah ada, sudah dikasih palilah dari Ngarsa Dalem tujuh hektare," terangnya.

Baca Juga: Sultan HB X Berharap Ada Penambahan Penerbangan, YIA Jadi Bandara Internasional di DIY-Jateng, Potensi Dibuka Kembali Embarkasi Haji lewat Kulon Progo


Kendati begitu, Masmin membeberkan desain calon asrama haji kawasan YIA nanti cukup besar disesuaikan dengan kondisi bandara Jogja bertaraf internasional yang sudah cukup representatif. Setidaknya, minimal operasionalnya harus disiapkan untuk pemberangkatan dua kloter.


"Tapi kemarin kan Ngarsa Dalem menghendaki paling tidak asrama hajinya sudah tipe asrama haji hotel haji. Disamping untuk pelayanan haji tapi bisa untuk kebutuhan tourism," bebernya.


Dia berharap anggaran pembangunan embarkasi haji di Kulon Progo bisa segera disetujui sehingga bisa direalisasikan pembangunannya. "Harapannya bisa segera mendapatkan anggaran. Tentu kita lihat nanti perkembangan pemerintahan baru," tambahnya.


Terpisah, Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto mengatakan, siap memfasilitasi masyarakat dari aspek kebutuhan transportasi darat. Pun selama ini pihaknya sudah melakukan fasilitasi dengan membuat relasi perjalanan KRL menuju Jogja.


Sehingga warga Solo, Klaten, Delanggu, yang hendak ke Bandara YIA bisa menggunakan KRL Palur sampai dengan Jogja dengan transit di Jogja dan nanti berpindah ke KA Bandara.


"Karena kalau menggunakan Prameks, Prameks sendiri kan tujuan ke Kutoarjo, jadi tidak belok ke YIA. Harus menggunakan KA Bandara," katanya. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#Embarkasi solo #jch #soc #Solo #kemenag #YIA #jemaah calon haji #adi soemarmo #pemberangkatan haji #Kementerian Agama #Jogja #Boyolali