Menyusul adanya penurunan status Bandara Adi Soemarmo Solo dari internasional ke domestik.
Sebanyak 3.452 JCH masih tetap diberangkatkan melalui Embarkasi Solo (SOC).
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY Masmin Afif mengatakan, sementara ini belum ada informasi peralihan pemberangkatan haji menyusul YIA ditetapkan sebagai bandara internasional di DIY dan Jawa Tengah.
"Belum ada informasi peralihan, persiapan kita masih tetap di Solo. Karena besok tanggal 11 Mei itu jamaah sudah masuk asrama haji yang kloter pertama Solo. Kalau kloter 46 Jogja masih pertengahan Mei," katanya kepada Radar Jogja Minggu (5/5).
Adapun JCH asal DIY akan diberangkatkan sebanyak 11 kloter dengan total 3.452 orang.
Jumlah ini meningkat sedikit karena ada tambahan nasional total 20 ribu JCH.
Jumlah 3.452 JCH ini terdiri atas kuota reguler 2.951, lanjut usia 157, dan kuota tambahan 182.
Kemudian di tambah petugas daerah yang diberangkatkan 27 orang, kelompok bimbingan haji dan umrah (KBIHU) 12 orang, petugas kloter 50 orang dan jemaah mutasi 73 orang.
"Total ada 11 kloter, cuma ada yang full Jogja, ada yang gabung dengan Jateng," ujarnya.
Berdasarkan kuota haji reguler DIY tahun 2024, Kabupaten Sleman memperoleh alokasi paling banyak mencapai 1.133 orang, diikuti Bantul 1.053 orang, Kota Jogja 404 orang, Kulon Progo 377 orang, dan Gunungkidul 323 orang.
Rencana keberangkatan untuk Jogjakarta diawali kloter 46 masuk pada gelombang 2 atau berangkat pada 24 Mei pukul 19.20 melalui Embarkasi Solo (SOC) langsung ke Jeddah.
Baca Juga: Lowongan Panwascam Lur! Bawaslu Purworejo Buka Pendaftaran, Segini Yang Dibutuhkan
Baca Juga: Innalillahi...Kurang dari 24 Jam 3 Orang Tewas di Kulon Progo akibat Kecelakaan
Diikuti kloter 47 berangkat 24 Mei pukul 23.30 dan lain sebagainya.
"Terakhir akan diberangkatkan pada 10 Juni. Melalui embarkasi SOC Solo nanti langsung ke Jeddah-Mekkah, baru besoknya ke Madinah. Trus pulang ke tanah air sekitar Juli," tambahnya.
Editor : Bahana.