RADAR JOGJA - Sektor pariwisata masih menjadi salah satu unggulan Yogyakarta. Keberadaanya pun terbukti bisa menjadi salah satu pendapatan asli daerah hingga menciptakan lapangan kerja. Tapi pemerintah tetap diminta perannya.
Hal itu disampaikan pegiat pariwisata Yogyakarta Arya Ariyanto. Menurut dia, pariwisata memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi daerah dan masyarakat.
Sebagai kota pariwisata, Yogyakarta memiliki beragam destinasi baik wisata alam, budaya, sejarah, edukasi, kuliner dan lain-lain.
"Hotel dan restoran adalah bagian dari pariwisata dan mempunyai pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Arya Ariyanto dalam sambutan pembukaan Hotel & Resto Kloewoeng di Pakem Sleman Yogyakarta, Kamis (1/5).
Arya Ariyanto, yang juga Direktur Utama PT Jogkem Grup, dihadapan puluhan pelaku pariwisata Yogyakarta menjelaskan melalui industri pariwisata perekonomian daerah dan masyarakat dapat meningkat seperti devisa penerimaan daerah, pendapatan masyarakat, lapangan pekerjaan bertambah.
"Adanya kesempatan usaha sehingga dapat mengurangi pengangguran dan bisa menghapus kemiskinan serta kelaparan di daerah tujuan wisata," kata pria yang saat ini ikut meramaikan bursa kompetisi pemilihan wali kota (Pilwakot) Yogyakarta. Ia mengajukan diri ke parpol sebagai balon Wakil Wali Kota Yogyakarta.
"Dalam jangka pendek, pariwisata dapat membawa manfaat seperti meningkatkan pendapatan pajak, meningkatkan lapangan kerja sektoral, dan meningkatkan kualitas lingkungan."
Pariwisata, lanjut dia, dapat bermanfaat bagi masyarakat tuan rumah karena menyediakan sarana finansial dan insentif untuk melestarikan sejarah budaya, situs warisan lokal, dan adat istiadat. Ini merangsang minat terhadap kerajinan lokal, kegiatan tradisional, lagu, tarian, dan sejarah lisan.
Tak lupa dia menyebut peranan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata dalam garis besarnya adalah menyediakan infrastruktur, tidak hanya dalam bentuk fisik, memperluas berbagai fasilitas, kegiatan koordinasi antara aparatur pemerintah dengan pihak swasta, pengaturan dan promosi umum keluar negeri.
Editor : Heru Pratomo