Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sultan HB X Berharap Ada Penambahan Penerbangan, YIA Jadi Bandara Internasional di DIY-Jateng, Potensi Dibuka Kembali Embarkasi Haji lewat Kulon Progo

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 3 Mei 2024 | 14:20 WIB

 

ANOM BASKORO/RADAR JOGJA
ANOM BASKORO/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Yogyakarta International Airport (YIA) ditetapkan menjadi satu-satunya bandara berstatus internasional di DIY dan Jawa Tengah. Hal itu sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. 31/2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional. Dalam KM 31/2024 itu juga telah mencabut status internasional 17 bandar udara di Indonesia.


Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X menanggapi hal ini dan menyambut baik. Dampaknya akan ada mobilitas yang tinggi di YIA karena menjadi satu-satunya bandara di DIY dan Jateng dengan penerbangan langsung ke luar negeri.


"Berarti mereka yang di Jatim dan sebagainya nggak bisa terbang. Kalau mau terbang ke luar negeri, ya ke Jogja. Dalam arti mobilitas akan makin tinggi, karena mau ke luar negeri dari Solo nggak bisa harus dari Jogja," katanya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, kemarin (2/5).


HB X menjelaskan, tak menutup kemungkinan dengan kebijakan itu berimbas positif pada sektor pariwisata DIY yang tak hanya wisatawan domestik yang berkunjung, melainkan juga wisatawan mancanegara. Namun demikian, hal ini tentu didasari dengan jumlah penerbangan yang memungkinkan bisa ditambah.


Dengan begitu, raja Keraton Jogja itu berharap ada penambahan direct flight ke luar negeri dari YIA. Tetapi, Pemprov DIY pun tak bisa berbuat banyak dalam hal ini, karena penambahan penerbangan seluruhnya diserahkan kembali kepada maskapai penerbangan.


"Ya, itu tergantung penerbangannya. Kalau memang visible untuk menambah, ya menambah kalau ada peseawat. Kalau nggak nambah, kita nggak bisa apa-apa ya, tetap terbatas. Masalahnya kan di situ," ujarnya.


Dengan begitu diharapkan ada direct flight tambahan maskapai di Bandara YIA, mengingat juga masyarakat diklaim ada yang masih kesulitan mendapatkan tiket menuju ke Jogjakarta, terutama saat akhir pekan. "Faktanya dari Jogja YIA, (penumpang) itu kewalahan cari tiket. Mau ke Jogja aja susah, apalagi weekend," jelasnya.


Disinggung kemungkinan membuka embarkasi haji lewat YIA, HB X menyebut sebelumnya pernah membuka hal serupa sedikitnya dua kali. Namun ternyata belum ada sedikitpun masyarakat yang berminat lantaran pertimbangan tertentu. "Kemarin sudah dibuka dua kali, tapi nggak ada yang berangkat. Ya akhirnya Garuda nutup lagi," jelasnya.


Kendati begitu, peluang penerbangan langsung ke Arab Saudi tak hanya untuk maskapai Garuda Indonesia. Ayah lima puteri itu berharap maskapai lain dapat merapat seperti Citilink, Air Asia, Batik Air dan lain sebagainya.


"Ya, Garuda kan harganya kompetitif, begitu mahal kan nggak mau. Cari pesawat lain yang lebih murah. Tapi ya tidak ada pilihan kecuali mereka harus lewat YIA (untuk haji) dengan adanya kebijkan seperti itu," jelasnya.


Menurutnya, dengan pencabutan status internasional Bandara Adi Soemarmo Solo menjadi bandara domestik secara otomatis menuntut dibuka kembali Embarkasi Haji YIA. YIA dipastikan akan berimbas terhadap beban mobilitas orang dengan bertambah lebih besar dari berbagai provinsi. Juga JCH yang sebelumnya lewat Embarkasi Haji Solo.


"Nah sekarang tambahan orang dari Jatim, Jabar, Jateng yang tadinya di Solo ada sekarang harus sini. Semarang juga harus dari sini, berarti kan beban mobilitas yang lari ke YIA lebih besar, dimungkinkan penerbangan tambahan. Pertanyaannya, mereka mau ubah schedule seluruh Indonesia supaya punya ruang untuk pesawat yang ke Jogja atau tidak?," tanyanya.

Asita: Penerbangan dari Thailand Potensial Dibuka

Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) DIY mendorong Pemprov DIY melakukan pendekatan khusus dengan Kemenhub untuk mendorong penambahan direct flight di Bandara YIA. Plh Asita DIY Edwin Ismedi Himna mengatakan, pemprov harus mendorong komunikasi ke pusat untuk dapat menambah penerbangan di YIA pasca penetapan sebagai bandara internasional satu-satunya di DIY dan Jateng.


Berkaitan dengan Angkasa Pura, dipastikan akan menyambut baik sebab YIA masih terbuka luas penerbangan masuk dari negara lain. Selama ini baru ada penerbangan langsung dari dua negara yaitu Malaysia dan Singapura.


"Mesti ada pendekatan khusus dan aktif berkomunikasi pemda ke Kemenhub. Dinas Pariwisata harus kerja keras untuk membuka penerbangan ini, kendalanya apa kok belum dapat tambahan penerbangan," katanya kemarin (2/5).


Edwin menjelaskan, dengan adanya penerbangan tambahan maka DIJ dapat menangkap peluang emas imbas dari penetapan YIA sebagai bandara internasional itu. Paling tidak Jogjakarta tidak lagi menjadi second line untuk sektor Pulau Jawa setelah Bandara Juanda Surabaya, tetapi menjadi leading sector untuk Pulau Jawa bagian tengah dan barat.


Menurutnya, penerbangan yang potensial dibuka direct flight di YIA salah satunya bisa dari Thailand. Alasannya ketika bicara tentang wisata religi di Borobudur, otomatis Indochina mulai dari Vietnam, Myanmar, Laos itu salah satu pasar potensial yang bisa ditarik.


"Kemudian masih bisa menangkap peluang juga dari wisatawan Eropa yang transit di Bangkok. Itu yang harus diperjuangkan dan kompetisi dengan negara lain," jelasnya.


Menurutnya, kebijakan ini merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah setempat. Dengan status tersebut, otomatis Jogja bisa menjadi pemimpin kedatangan wisatawan untuk Jawa bagian tengah dan barat. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#sultan hb x #haji #embarkasi haji #jatim #kompleks kepatihan #Kulon Progo #pariwisata DIY #bandara internasional #menteri perhubungan #YIA #keraton jogja #Bandara YIA #Yogyakarta International Airport #Penambahan Penerbangan YIA #Garuda Indonesia