Salah satu yang menarik, dua orang pelajar terlihat duduk menyelesaikan finishing lukisan sosok Gubernur Hamengku Buwono (HB) X dan Wakil Gubernur (Wagub) DIY KGPAA Paku Alam X di sana usai upacara.
Bangga, begitu sebutan seorang siswa SMKN 3 Kasihan Bantul yang mendapat kesempatan melukis orang nomor satu di DIY itu.
Nurrochim Dimas Adi Saputra, telah mempersiapkan lukisannya sejak 1 minggu terakhir.
"Ya pasti senang ya dan bangga bisa melukis bapak Sri Sultan. Melukis bapak sri sultan baru pertama kali ini," katanya di lokasi acara.
Dimas kelas XII SMKN yang familiar disebut SMSR Jogjakarta itu tengah menyelesaikan finisihing seni lukis realis sosok Raja Keraton Jogja.
Tergambar di media kanvas 50x60 sentimeter yang dilukis dengan cat minyak itu, Sri Sultan HB X yang terlihat berkacamata mengenakan pakaian adat Jawa surjan motif bunga-bunga berwarna kuning cerah.
Juga terdapat blangkon sebagai pelengkap busana tradisional.
"Sengaja saya mau gambar ini (HB X), tidak ada kesulitan berarti. Mungkin kesulitannya hanya bagian detail-detail baju saja," ujarnya.
Pelajar lain adalah pelukis Paku Alam X, Galuh Nareswari Chandra Tanaya.
Galuh mempersiapkan lukisannya sejak 2 minggu sebelum hari H. Sebelumnya telah diarahkan sekolah untuk ikut upacara Hardiknas 2024 sekaligus menghadirkan karya seni lukis orang nomor 2 di DIY.
"Saya benar-benar searching fotonya pak wagub gimana karakternya. Kemudian saya sket-sket (sketsa) dulu di kertas. Baru saya lukis dari sketsa terakhir yang saya buat itu," jelasnya.
Pelajar kelas XII itu menilai sudah biasa melukis teknis realis.
Tantangan paling berarti adalah melukis dengan karakter orang yang berbeda-beda.
Terlebih setiap tahun fitur wajah orang juga berebda. Sehingga dibutuhkan ketelitian maksimal untuk mendapatkan karakter wajah Adipati Pakualaman tersebut.
"Misalnya salah bentuk mata atau salah bentuk hidung sedikit saja itu beda orang. Apalagi teknik realis kan orang awam bisa melihat antara yang mirip atau yang nggak, realis atau nggak gitu," terang siswa yang sedang menjalani Tugas Akhir sekolah.
Pun dia merasakan bangga dan senang dapat melukis PA X yang secara langsung dikoreksi detail lukisannya dan mendapat tanda tangan pula dari beliau.
Dalam lukisannya, PA X mengenakan pakaian adat Jawa bermotif bunga yang didominasi warna hijau dan baju berwarna putih lengkap dengan blangkon.
"Perasaannya senang karena langsung dapat tanda tangan pak wagub ya secara live saya lihat sendiri. Kayak wow gitu," ungkapnya.
Pengalaman menarik pun diceritakan ketika dilihat secara langsung oleh Wagub DIY saat finishing satu dari 5 lukisan yang dipamerkan di Stadion Mandala Krida itu. Dalam kesempatannya pun ia dikoreksi langsung.
"Tadi pak wagub bisa melihat sendiri hasilnya kayak besar sebelah mugkin saya yang kurang teliti mgkn dan pak wagub bisa secara teliti mengkoreksi, dik ini blangkon saya miring sebelah ya, saya langsung o iya ini pasti salah saya," ucapnya membeberkan isi pembicaraan dengan PA X sambil tertawa.
Adapun pameran karya seni mahasiswa dan pelajar itu digelar dalam rangka memperingati Hardiknas 2024 di DIY.
Bertempat di Stadion Mandala Krida Jogja digelar hanya satu hari saja.
Karya-karya seni yang dipamerkan dari mahasiswa ISI Jogja, Mahasiswa UNY dan Siswa SMKN 3 Kasihan (SMSR Jogja).
Editor : Bahana.