Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ayo Merapat, Pecinta Literasi dan Seni! JAB Fest 2024 Siap Digelar Mulai 1 Mei

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 30 April 2024 | 16:50 WIB
ISTIMEWA: Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY Dian Lakshmi Pratiwi bersama Panitia JAB Fest 2024 usai Jumpa Pers Senin (29/4). (Istimewa)
ISTIMEWA: Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY Dian Lakshmi Pratiwi bersama Panitia JAB Fest 2024 usai Jumpa Pers Senin (29/4). (Istimewa)

JOGJA - Event Jogja Art + Books Festival (JAB Fest) 2024 kembali digelar mulai 1 Mei besok bertempat di The Ratan dan Kampung Mataraman Sewon, Bantul.

Terbukti hasilkan ratusan juta penjualan buku pada tahun lalu, gelaran tahun kedua ini diperpanjang waktunya selama 14 hari dari tahun lalu hanya 6 hari.

JAB Fest tahun ini akan mempertegas wajah keistimewaan Jogjakarta dari seni dan literasi.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, JAB Fest menjadi bagian dari strategi menunjukkan identitas keistimewaan Yogyakarta dari aspek literasi budaya yang telah direncanakan oleh Disbud DIY.

"Literasi memberikan kekuatan pada setiap karya seni dan memberikan energi pada laku kebudayaan yang tumbuh dan bergerak sebagai identitas keistimewaan di Yogyakarta," katanya Senin (29/4).

Dian menjelaskan JAB Fest menjadi wajah keistimewaan budaya Jogja secara nasional dan Internasional.

Bagaimana tidak, selama 6 hari penyelenggaraan tahun lalu ternyata mampu menghasilkan Rp 260 juta penjualan buku yang dinilai menjadi potensi luar biasa bagi dunia literasi.

Maka, diharapkan dengan durasi lebih panjang gelaran sampai 14 hari ke depan, bisa memberikan ruang lebih besar bagi penggemar buku untuk mendapatkan akses.

Di sisi lain, buku tetap mendapat tempat di hati masyarakat.

"Buku dikawinkan dengan seni, beragam aktivasi seperti seni rupa dan seni pertunjukkan lewat musik. Harapannya ini menjadi ruang bertemu masyarakat dan pelaku seni," ujarnya.

Event yang diinisiasi Disbud ini bekerjasama dengan Yayasan Seruang dengan mengusung delapan program yang mempertemukan seni dengan literasi dalam beragam bentuknya.

Delapan program tersebut di antaranya, diskusi buku, performance lecture, berbincang, seniman bicara, pameran seni rupa, the sounds of poetry, penulis bercerita, dan bazar buku.

"Ini akan menarik, dan bakal ada banyak penampilan yang apik yang bisa dinikmati pengunjung festival," jelasnya.


Ketua Program JAB Fest 2024 Dodo Hartoko mengatakan, gelaran pada tahun kedua ini menjadi ruang menunjukkan keberpihakan Jogja pada seni dan literasi yang dihidupi dan digerakkan oleh masyarakat.

Sederet nama besar para penggerak seni dan literasi akan meramaikan acara seperti Eko Nugroho, Afrizal Malna, Leila S. Chudori, Silampukau, Saut Situmorang, St Sunardi, Puthut E.A., hingga Erizal.

"Secara khusus, JAB Fest 2024 memberikan ruang seniman membicarakan karyanya dalam merefleksikan mooi Indie dari masa ke masa," katanya.

Program JAB Fest ini mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan DIY sebagai bagian dari penguatan literasi dan pengembangan kebudayaan melalui dana keistimewaan Yogyakarta.

Dodo membeberkan, Leila S. Chudori yang saat ini begitu terkenal dengan bukunya Laut Berbicara akan hadir langsung dan berdialog dengan pengunjung.

Buku Laut Bercerita memang sangat dikenal, bahkan sudah dicetak sampai 67 kali.

"Kebetulan setting lokasi dalam buku itu  ada di Jogja, sehingga sangat luar biasa animo untuk bertemu dengan Leila," tambahnya.

Selain itu, ada 20 ribu judul buku dari penerbit indie yang itu merupakan UMKM. Namun ada juga penerbit besar yang justru menjadi pelengkap dalam festival ini.

"Ada 60 musisi di Jogja juga band skala nasional seperti Silampukau yang akan meramaikan," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#dinas kebudayaan #disbud #books festival #Bantul #kampung #DIY #event #LEILA S. CHUDORI #mataraman #Jogja #art