JOGJA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah baru saja menekan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI pada, Senin (29/4) yang berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Terban, Jogjakarta.
Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketua Baznas RI KH Noor Achmad.
Adapun kerja sama ini akan berfokus pada beberapa sektor meliputi beasiswa, bakti guru, revitalisasi sarana prasarana pendidikan dan revitalisasi sarana sosial.
Haedar mengatakan, bahwa kerja sama ini jadi momentum penting bagi organisasi Islam sosial kemasyarakatan agar bisa terus berkembang dan memberikan dampak.
"Kerjasama ini juga untuk mengakselerasi program yang telah dijalankan sebelumnya, dalam usaha untuk membangun umat," katanya, Senin (29/4).
Lebih lanjut, Haedar turut berharap melalui program kerja sama pemberdayaan yang akan dilakukan tersebut akan menaikkan kelas umat.
Dengan demikian, umat Islam memiliki daulat di bidang pendidikan dan ekonomi di masa depan.
"Terima kasih kepada Baznas yang mempercayai Muhammadiyah sebagai mitra penyalur dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh Baznas," bebernya.
"Problem real yang dihadapi oleh umat dan masyarakat harus menjadi concern bagi organisasi kemasyarakatan secara umum," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Baznas KH Noor Achmad menyampaikan, kerja sama ini sejatinya sudah diawali sejak 2021 silam dari kebijakan Baznas.
Selain dengan PP Muhammadiyah, Baznas juga menekan kerja sama serupa dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam porsi yang sama.
Noor sangat optimistis Muhammadiyah akan menjadi bagian penting dari kerjasama yang dijalin saat ini, apalagi dalam bidang pendidikan.
Ia menyebut Muhammadiyah sudah sangat pintar dan menguasai aspek pendidikan.
"Kalau kita mengajari Muhammadiyah soal pendidikan itu sama seperti mengajari ikan berenang, mereka sudah sangat bagus dalam pengelolaan dan pelaksanaan aspek pendidikan," serunya.
Disebutnya, secara garis besar nantinya akan ada tiga program pendidikan yang akan jadi concern kerja sama ini, yakni program Save Our School, Bakti Guru dan Beasiswa Sang Surya.
Save Our School adalah gerakan penyelamatan sekolah yang rusak secara fisik di daerah pinggiran dan sekolah yang berada di lokasi rawan bencana melalui pembangunan, perbaikan, dan penambahan sarana prasarana pendidikan.
Bakti Guru adalah program bantuan peningkatan kapasitas atau pemberian apresiasi atas pengabdian dan dedikasi guru bagi pendidikan Indonesia dengan memberi pelatihan, pemberdayaan ekonomi, penyediaan buku referensi, dan mukafaah atau tunjangan guru.
"Untuk beasiswa sang surya itu bantuan biaya pendidikan bagi pelajar yang akan atau sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi tingkat S1, S2, S3, dan pemberian beasiswa riset atau penelitian," terangnya.
Untuk peta sebaran wilayah program tersebut rencananya akan dilakukan di beberapa daerah Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, DKI Jakarta, Sulawesi, NTT, Papua Barat, Bali, dan DIY.
"Ada perluasan setelah fokus sebaran program tahun lalu ada di Banten, Sulawesi Tengah dan kepulauan Maluku," tandas Noor. (iza)
Editor : Amin Surachmad