Sang penyair yang kerap dipanggil Jokpin ini meninggal dunia di usia 62 tahun.
Dengan kabar duka ini, beliau meninggalkan duka mendalam bagi para pecinta puisi dan sastra Indonesia.
Joko Pinurbo, yang akrab disapa Jokpin ini berpulang setelah berjuang melawan sakit sejak lama, tepatnya sejak tahun 2023.
Kabar duka ini disampaikan oleh para kerabatnya, termasuk Eka Kurniawan dan Goenawan Mohamad, melalui media sosial.
Eka Kurniawan menyampaikan rasa belasungkawanya dengan mengutip salah satu puisi yang telah dibuat oleh Joko Pinurbo "Doa malam. Tuhan yang merdu. Terimalah kicau burung dalam kepalaku."
Goenawan Mohamad pun turut menyampaikan duka cita dengan mengunggah foto dan syair Joko Pinurbo yang melegenda.
Meskipun beliau telah tiada, karya-karya beliau ini akan selalu dikenang dan dipelajari oleh para pecinta puisi dan sastra.
Pria kelahiran Sukabumi ini telah mewarnai khasanah sastra Indonesia sejak dirinya masih duduk di bangku SMA.
Banyak puisi-puisinya yang terkenal dengan gaya nyelenehnya, memadukan humor dan ironi sosial dengan apik, sehingga mampu menggelitik para pembacanya.
Berikut beberapa karya puisi Joko Pinurbo yang melegenda:
* Celana (1999, 2018)
* Di Bawah Kibaran Sarung (2001)
* Pacarkecilku (2002)
* Telepon Genggam (2003, 2016, 2019)
* Kekasihku (2004, 2010)
* Pacar Senja (2005)
* Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung (2007)
* Kepada Cium (2007)
Karyanya akan terus menginspirasi dan menghibur para pembacanya.
Joko Pinurbo telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam dunia seni dan sastra Indonesia.