Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Optimalisasi Depo dan Lakukan Penyisiran Sampah di Jalan sebagai Upaya Pengelolaan Sampah di Kota Jogja

Avelia Priscilla Putri • Jumat, 26 April 2024 | 21:10 WIB
Warga Jogja berbondong bondong mengantre buang sampah di bak truk pembuangan sampah.
Warga Jogja berbondong bondong mengantre buang sampah di bak truk pembuangan sampah.

RADAR JOGJA – Sampah di Yogyakarta kembali menumpuk di beberapa depo dan tepi jalan setelah libur Lebaran.

Hal ini menjadi perhatian serius terutama oleh Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Jogja) yang langsung mengambil langkah-langkah optimalisasi depo dan penyisiran di jalan-jalan.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo menjelaskan bahwa penumpukan sampah ini kemungkinan besar terjadi karena pola masyarakat yang membuang sampah di jalan dan tidak ke depo.

Ia mengimbau masyarakat untuk membawa sampah residu ke depo-depo yang telah disediakan.

Terkait penundaan pengambilan sampah di Pasar Beringharjo, Singgih menerangkan bahwa hal itu terjadi karena penyesuaian jadwal pengangkutan sampah ke TPA Piyungan.

Ia meminta Dinas Perdagangan untuk memberikan informasi lebih detail agar kejadian serupa tidak terulang.

Singgih juga menanggapi viralnya video warga yang membuang sampah ke truk sampah di depo Ngasem.

Menurutnya, hal ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang tepat.

Ia pun telah mengubah jam operasional depo Ngasem agar masyarakat dapat membuang sampah lebih pagi.

Pemkot Jogja juga akan melaksanakan desentralisasi sampah di tiga lokasi : TPS 3R Nitikan (sekarang TPS RDF), Kranon/Nitikan 2, dan Karangmiri.

TPS RDF Nitikan kini mampu mengolah hingga 60 ton sampah per hari dan akan ditingkatkan menjadi 70 ton per hari.

Baca Juga: PSS Sleman v Persib Bandung: Asa Menang di Laga Pamungkas, Risto Tak Ambil Pusing

Baca Juga: Soal Pilkada 2024, DPC PDIP Kabupaten Magelang Masih dalam Tahap Ini

Kranon/Nitikan 2 ditargetkan beroperasi pada awal Mei dengan kapasitas 40-45 ton per hari.

Sedangkan Karangmiri diperkirakan beroperasi pada awal Juni dengan kapasitas 20-25 ton per hari.

Untuk 100 ton sampah sisanya yang belum terkelola, Pemkot Yogya telah menjalin kerja sama dengan pihak swasta.

Skema pengelolaan sampah ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan swasta.

Selain itu Singgih juga mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah persampahan dengan memilah sampah dari rumah dan membuang sampah residu ke depo yang telah disediakan.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk mengikuti pola dan penjadwalan yang telah dibuat oleh Pemkot Yogya.

 

Editor : Bahana.
#depo sampah #penyisiran #Kota Jogja #DEPO #Pemkot Jogja #Sampah