Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Ubah Jam Berangkat Truk Sampah Jadi Lebih Pagi, Buntut Viral Banyak Warga Melempar Bungkusan ke Armada sebelum Sampai Depo Ngasem

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 26 April 2024 | 13:30 WIB

 

ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

 

RADAR JOGJA - Pemkot Jogja mengubah jam keberangkatan truk pengangkut sampah ke depo menjadi lebih pagi agar warga lebih efektif dalam membuang sampah.

Ini menyusul fenomena warga di sekitar depo Ngasem saling melemparkan kantong sampah ke truk sampah yang sedang melintas.


"Kemudian berkaitan dengan kemarin pagi sempat ramai kaitan dengan depo di Ngasem. Ada dua perspektif yaitu kesadaran masyarakat membuang sampah sudah meningkat, artinya tidak lagi di jalan dan di sungai," ujar Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo kemarin (25/4).


Melihat fenomena ini, Singgih menyimpulkan masyarakat antusias dengan tidak membuang sembarangan. Ia juga menyampaikan jarak antara tempat kejadian dengan depo Ngasem hanya 50 meter.

"Truk belum sampai di depo tapi warga sudah melempar. Saya kemudian mengambil satu hikmah," tuturnya.


Dengan kejadian itu, Singgih lalu melakukan perubahan jam di mana truk sampah lebih awal untuk datang ke depo. Perubahan itu dilakukan sejak kemarin pag (25/4).

"Truk sampai di depo pukul 05.00 dan alhamdulilah 05.30 ada pergerakan masyarakat di truk dan sangat kondusif di depo Ngasem dan Purawisata," jelasnya.


Kepala Bidang Pengolahan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko menambahkan, fenomena semacam itu bukan terjadi kali ini saja.

Pasalnya, sepanjang April 2024, depo sampah buka dengan penjadwalan khusus yakni Kamis (18/4), Minggu (21/4), Rabu (24/4), Sabtu (27/4) dan Selasa (30/4).

Baca Juga: Pascalebaran Sampah Menumpuk di Pasar, PR Penjabat Wali Kota Jogja Jelang Purnatugas


"Fenomena itu terjadi setiap kali. Jadi, pelayanan kita kan tidak seperti tahun-tahun yang lalu. Dan ini menjelang tutup total TPA Piyungan kami mencoba untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah harus dikelola dengan baik," katanya.


Menurutnya, kemungkinan masyarakat tidak sabar untuk segera membuang sampahnya. Masyarakat terlihat antusias untuk membuang sampahnya itu terbukti, terkadang masyarakat sudah datang ke depo setelah subuh.


"Masyarakat nggak sabar, lalu dilempar ketika truk datang. Lagi pula di sana deponya kecil. Kalau agak penuh, sama petugas ditutup, biar tidak meluber di jalan," tandasnya. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#depo Ngasem #truk sampah #Wali Kota Jogja #Pemkot Jogja #Singgih Raharjo