RADAR JOGJA - Belakangan nama Yudi Utomo Imardjoko (YUI) menjadi sorotan publik.
Sebab, Nama Yudi Utomo Imardjoko itu tercatut dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Jawa Timur.
Yudi Utomo Imardjoko terseret dugaan kasus money laundry atau pencucian uang.
Dalam kasus ini YUI atau pria yang akrab disapa Yudi Utomo disebut-sebut telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Saat dirinya menjadi direktur utama Perusahaan Energi Sterila Higiena.
Adapun penggelapan uang tersebut nilainya sebesar Rp 9,3 miliar.
Lalu siapakah sosok Yudi Utomo yang belakangan jadi perbincangan publik?
Yuk simak, ini dia Profil lengkap Yudi Utomo yang terseret kasus money laundry dan tercatut dalam DPO Polda Jatim!
Profil lengkap Yudi Utomo
Yudi Utomo lahir di Yogyakarta, 15 Maret 1963.
Dia lahir dari keluarga profesor.
Ayahnya, Imam Barnadib dan ibunya, Sutari Barnadib yang bergelar profesor.
Ia bukanlah orang sembarangan.
Namanya cukup familier di civitas Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dia merupakan ilmuwan nuklir Indonesia dengan nama lengkap dan gelar Ir Yudi Utomo Imardjoko, MSc,Ph.D.
Riwayat Pendidikan
Yudi Utomo menyelesaikan kuliah sarjana di Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pada jenjang magister (S2) dan doktor (S3) dia mendapatkan beasiswa memperdalam ilmu nuklir di Lowa State University.
Ia mampu merengkuh gelar dokter di usianya yang terbilang muda, yakni, 32 tahun.
Bahkan, gelar MSc dan PhD itu mampu diraihnya dalam waktu enam tahun dan ia menyandang Ahli Nuklir.
Karier Yudi Utomo
Sejak menimba ilmu di Amerika Serikat, karier Yudi Utomo semakin mentereng.
Pada 1990an ia memenangkan kompetisi pembuatan penampung limbah nuklir di Negeri Paman Sam tersebut.
Baca Juga: Sampai Tahap Pelengkapan Dokumen, TPST Sanggrahan Dapat Difungsikan Akhir 2026
Desain penampuan limbah nuklir pun dilirik Pemerintah Amerika sehingga layak masuk dalam lembaran Departemen Energi AS untuk diikutkan render pembuatan limbah nuklir.
Karena prestasinya itulah tawaran menjadi pengajar Teknik Nuklir di Amerika Serikat masuk. Namun, ia lebih memilih menjadi pengajar di UGM
Di UGM, Yudi Utomo juga menyandang Direktur Pusat Studi Energi UGM dan menjadi konsultan perusahaan energi.
Kariernya terus moncer, ia pernah menjadu konsultan energi Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika hingga menduduki jabatan mentereng Direktur PT Batan Teknologi.
Catatan UGM
Dari catatan UGM, Yudi Utomo memang sebagai pegawai negeri sipil (PNS) UGM.
Tetapi karena yang bersangkutan juga menjabat sebagai direktur salah satu perusahaan yang mengurusi tentang nuklir, sebagaimana dosen yang lain ketika ditugaskan ke tempat lain maka tidak aktif mengajar di kampus.
Wakil Dekan SDM dan Administrasi FT UGM Muslikin Hidayat mengatakan, pihaknya sedang melakukan pengecekan kepegawaian, sudah berapa lama Yudi Utomo tidak mengajar.
Terkait kasus yang dialami Yudi Utomo, juga telah dilakukan kroscek ke Departemen Teknik Nuklir UGM.
"Saya kira itu (kasusnya) murni urusan pribadi ya. Jadi tidak ada kaitan dengan UGM," tegas Muslikin.
Editor : Meitika Candra Lantiva