RADAR JOGJA - Hasil evaluasi kunjungan wisatawan di Kota Jogja selama libur Lebaran 2024 telah usai. Dari data didapatkan, jumlah wisatawan selama 10 hari libur Lebaran lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Hal itu juga dibarengi spending money atau besaran belanja wisatawan yang juga meningkat.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan, secara umum hasil evaluasi libur Lebaran 2024 di Kota Jogja relatif bagus. Arus lalu lintas relatif lebih lancar dari sebelumnya.
Selain itu, okupansi hotel juga sampai 90 persen. "Itu rata-rata memang ada yang 100 persen, ada yang 70 persen saat libur Lebaran kemarin," katanya kemarin (19/4).
Ia menyebutkan komplain dari masyarakat juga sangat minim seperti komplain parkir, harga yang tidak sesuai, kepadatan kemacetan dan masalah sampah juga hampir tidak ada.
Pencapaian itu merupakan bukti kesiapan yang matang dari Pemkot Jogja dan para stakeholder diikuti perilaku para wisatawan yang mengikuti aturan di Kota Jogja.
"Ini tahapan menuju quality tourism atau wisata berkualitas. Artinya selama di Kota Jogja para wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman," jelas Singgih yang juga kepala dinas pariwisata DIY ini.
Singgih menyampaikan, pergerakan wisatawan bukan menjadi ukuran keberhasilan sebuah pariwisata dalam konteks quality tourism. Melain spending money dan length of stay wisatawan.
"Setelah kami hitung pergerakan wisatawan di Kota Jogja selama 10 libur Lebaran 2024 sebanyak 268.690 wisatawan lokal. Sedangkan wisatawan mancanegara menembus angka 9.306 oreang. Kalau ditotal yang masuk Kota Jogja ada 277.996 wisatawan," tambahnya.
Dibanding libur Lebaran 2023, pergerakan wisatawan di Kota Jogja 240.674 wisatawan. Hal itu dapat disimpulkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan di Kota Jogja pada momen liburan Lebaran kali ini meningkat jika dibandingkan 2023. "Belanja rata-rata wisatawan lokal Rp 2.183.249 per wisatawan dan per kunjungan," jelasnya.
Wisatawan mancanegara memang lebih tingga yaitu sekitar Rp 5.100.000. Kesimpulanya terjadi peningkatan spending money yang tidak terlalu siginifikan dari tahun lalu.
"Kalau tahun lalu Rp 2.096.000 yang itu artinya daya beli wisatawan di Kota Jogja juga ada peningkatan," tandasnya.
Singgih juga menyampaikan data lenght of stay wisatawan di Kota Jogja yang ternyata lebih singkat dibandingkan tahun lalu. Pada libur Lebaran tahun lalu lengt of stay mencapai 2,1 hari, sedangkan pada tahun ini hanya 1,8 hari.
"Lama tinggal wisatawan itu juga dipengaruhi dari aksebilitas yang lebih mudah ke Kota Jogja. Jadi perpindahan yang semakin mudah itu menjadi salah satu faktor," jelasnya. (oso/laz)
Editor : Satria Pradika