Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPST Piyungan Beroperasi Kembali Usai Tutup untuk Penataan, Dorong Pemkot Segera Eksekusi Sampah Berserakan di Jalan

Elang Kharisma Dewangga • Sabtu, 20 April 2024 | 02:13 WIB
BUKA LAGI: Suasana TPST Piyungan beberapa waktu lalu.
BUKA LAGI: Suasana TPST Piyungan beberapa waktu lalu.

JOGJA - Pemandangan sampah masih saja tak terhindarkan di sejumlah ruas jalan utama di Kota Jogja. Sampah-sampah berserakan hingga masuk ke badan jalan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mendorong Pemkot Jogja segera dapat mengeksekusi sampah liar tersebut.

Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo mengatakan layanan TPST Piyungan sudah beroperasi sejak Jumat (19/4).

Sebelumnya sempat ditutup beberapa hari karena masih ada penataan dan akan kembali beroperasi Jumat 19 April 2024.

Bahkan, hingga 30 April 2024, TPST Piyungan akan dibuka hanya 5 hari saja, sedangkan sisanya untuk penataan. 

"Sebenarnya kami sudah mengadakan koordinasi baik dengan Kota (Jogja), Kabupaten Sleman, dan Bantul bahwa untuk pelayanan kami mulai hari ini sudah beroperasi 19 April," katanya Jumat (19/4).

Penumpukan sampah itu terjadi seperti di Jalan Brigjen Katamso, juga terlihat di samping Masjid Syuhada di Jalan I Dewa Nyoman Oka. Meski ada spanduk larangan membuang sampah, justru di kawasan itu penuh dengan tumpukan sampah.

Begitu pula sampah yang berserakan di persimpangan Jalan Poncowinatan menuju Jalan Magelang.

Padahal, ruas jalan utama tersebut seringkali dipadati kendaraan menuju perempatan Pingit.

"Kami menyadari kami lewat beberapa titik di pinggir-pinggir jalan yang masih menumpuk, ini mestinya menjadi bagian teman-teman di kota untuk bisa dieksekusi," ujarnya.

Sehingga, semestinya sampah-sampah berserakan tersebut sudah bisa ditampung di depo-depo yang ada di Kota Jogja.

Terlebih, pengosongan depo yang dilakukan provinsi sejatinya bertujuan agar bisa mampu menampung sampah sementara lagi agar tidak berserakam di pinggir-pinggir jalan.

"Mestinya sudah mulai dan mestinya itu tidak ada lagi karena bisa langsung diangkut hari ini ke TPA Piyungan tadi mulai pagi sampai siang," jelasnya.

Kusno mendorong kabupaten Sleman dan Bantul serta Kota Jogja untuk lebih bisa mengefektifkan kembali sumber daya manusianya.

Utamanya untuk menghadapi desentralisasi secara penuh dalam waktu dekat nanti.

Pun upaya percepatan pengolahan sampah mandiri disebut perlu segera direalisasikan.

Tak menutup kemungkinan, DLHK DIY siap mendampingi, mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan jika menemui kendala-kendala.

"Kalau melihat tumpukan-tumpukan  dipinggir jalan itu yang kami lihat sebelum liburan lebaran itu masih ditunggui penjaga-penjaga di Kota Jogja. Namun setelah lebaran kami kok tidak melihat lagi yang terjadi kok tumpukan-tumpukan yang belum dieksekusi," tandasnya.

Oleh sebab itu, Kusno meminta Pemkot Jogja segera mengeksekusi sampah-sampah yang berserakan di berbagai titik.

Apalagi, kuota sampah dari Kota Jogja untuk dikirim ke TPST Piyungan mulai 19-30 April 2024 mendatang secara kumulatif hanya 438 ton.

Begitu pula sampah di Bantul yang hanya bisa dikirim ke TPST Piyungan sebesar 303 ton. Sedangkan dari Sleman diberi kuota 399 ton selama dua minggu ke depan.

Sebelumnya selama libur Lebaran, kuota sampah yang bisa diangkut ke TPST Piyungan sebanyak 350 ton per hari.

"Kita masih ada spot kuota yang menampung namun tidak seperti yang kemarin (lebaran), mungkin separonya aja. Kami pun sampai 30 April hanya layanannya lima hari," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Kota Jogja #DLHK #TPST #Sampah #Piyungan #DIY #jalan utama