Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sumedi Ardjo Sehono Sukses Budi Daya Ayam Hias dan Merak India, Modal Suka dan Cinta, Harga Per Ekor Bisa Puluhan Juta Rupiah

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 19 April 2024 | 14:45 WIB

KINI MENIKMATI HASIL: Pemilik Medi YK Farm Sumedi Ardjo Sehono atau yang akrab disapa Medi saat menunjukkan ayam hias pheasant miliknya.
KINI MENIKMATI HASIL: Pemilik Medi YK Farm Sumedi Ardjo Sehono atau yang akrab disapa Medi saat menunjukkan ayam hias pheasant miliknya.

 

 

RADAR JOGJA - Hobi memelihara binatang jika ditekuni dengan baik bisa menjadi ladang investasi. Salah satu buktinya Sumedi Ardjo Sehono, pemilik Medi YK Farm di Padukuhan Beteng, Margoagung, Seyegan, Sleman. Ia ini sukses mengembangkan ayam pheasant dan merak India dengan harga jual puluhan juta rupiah.


IWAN NURWANTO, Sleman


Pria yang akrab disapa Medi ini pada awalnya tidak memiliki keahlian di bidang peternakan. Dia lulusan STM jurusan mekanik umum. Namun karena hidup di lingkungan teman yang mayoritas penghobi unggas, akhirnya banyak belajar dengan bertanya-tanya tentang perawatan ayam hias.


Medi mulai menggeluti usaha budi daya ayam hias sekitar tahun 2016 lalu. Bermula dari memelihara satu pasang ayam golden pheasant yang kemudian dikembangbiakkan. Hasil dari budi daya ayam hias itu lalu dijual dan dialokasikan untuk membuat kandang serta membeli indukan baru. 


Dia mengungkapkan, pada awalnya Medi YK Farm memiliki satu kandang. Seiring berjalannya waktu kini telah mempunyai hampir 60 kandang budi daya. Adapun ayam hias yang dikembangkan, di antaranya, Golden Pheasant, Yellow Pheasant, Lady Amherst Pheasant, Silver Pheasant, Siamese Fireback Pheasant, serta beberapa jenis pheasant lainnya.

Photo
Photo


Medi menyatakan, ayam hias jenis pheasant memang diminati oleh penghobi. Harga jualnya cukup fantastis, paling murah berkisar  dari Rp 5 juta. Sementara yang paling mahal berada pada kisaran harga Rp 60 juta per ekor.


"Untuk pemasaran kami lakukan lewat offline dan online. Namun yang paling banyak melalui online," ujar Medi kepada Radar Jogja kemarin (16/4).


Menurutnya, dalam menjalani usaha budi daya ayam hias pheasant memang harus memiliki ketekunan dan kesabaran tinggi. Sebab , unggas tersebut punya kebiasaan bertelur yang musiman. Bahkan tidak jarang hanya satu tahun sekali.


Oleh karena itu, Medi pun berpesan jika ada yang ingin mengembangbiakkan ayam hias pheasant jangan didasari untuk mencari prospek atau keuntungan. Namun yang terpenting harus cinta dan senang memelihara itu terlebih dahulu.

Baca Juga: Jelang Pilkada Sleman, PDIP Buka Pintu Koalisi dengan Parpol Lain


"Modal yang utama suka dan cinta dulu. Jika kita memberikan peliharaan dengan cinta, maka mereka akan memberikan bahagia,” ungkap Medi.
Selain fokus membudidayakan ayam hias pheasant, Medi diketahui juga mengembangbiakan burung merak India. Unggas itu dipilih karena memiliki bulu yang indah dan bukan jenis hewan dilindungi.


Dia membeberkan, burung merak India dapat dikembangkan secara pasangan maupun poligami dengan sistem satu pejantan dan banyak betina dalam satu kandang. Harga unggas ini pun tidak kalah fantastis dengan ayam hias pheasant yang mencapai puluhan juta per ekor.


Untuk perawatan ayam hias pheasant dan merak India tidak jauh berbeda dengan unggas lain. Paling penting harus memiliki kandang yang luas serta pemberian pakan yang bervariatif, karena dua jenis unggas ini merupakan hewan omnivora atau pemakan segala.


Dia pun sering berbagi tentang cara perawatan ayam hias dan merak melalui akun sosial medianya. "Bagi yang ingin belajar saya juga persilakan untuk datang langsung ke Medi YK Farm,” katanya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#Budidaya Merak India #Budi Daya Ayam Hias #Sumedi Ardjo Sehono #Kabupaten Sleman