Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tren Kunjungan Wisatawan Bergeser, Tak Sekadar Nikmati Alam Harus Lengkap dengan Fasilitas Kuliner

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 17 April 2024 | 01:59 WIB
DESTINASI: Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo.
DESTINASI: Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo.

JOGJA - Tren kunjungan wisata selama libur Lebaran 2024 mengalami pergeseran. Wisatawan pada liburan Idulfitri 1445 Hijriah ini lebih banyak menyerbu objek wisata yang tak hanya menyediakan pemandangan alam, namun lengkap dengan fasilitas kulinernya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan, secara keseluruhan libur Lebaran tahun ini lebih panjang 10 hari daripada tahun lalu yang hanya 8 hari.

Dilihat dari sisi jumlah hari libur ini, telah terjadi pergerakan wisatawan cukup menggembirakan.

"Artinya dari sisi kunjungan wisata ada yang meningkat dan ada yang berkurang," katanya ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja Selasa (16/4).

Singgih belum bisa memastikan data jumlah kunjungan atau pergerakan pemudik ke sejumlah objek wisata.

Sebab, data kunjungan wisatawan saat libur Lebaran ini masih direkapitulasi.

Perhitungan yang masih berproses itu baik dari sisi jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata dan tempat-tempat wisata lainnya.

"Kita rekapitulasi dari mulai destinasi wisata, kampung wisata, kuliner dengan pemandnagan. Kita kategorikan masuk dalam situ," ujarnya.

Meski data pasti jumlah wisatawan di DIY belum keluar hanya, Singgih menyebut telah terjari pergeseran kunjungan ke objek wisata.

Di mana, yang tadinya banyak wisatawan tertarik dengan wisata yang menyuguhkan pemandangan alam, saat ini justru wisatawan mengunjungi tempat-tempat yang tidak hanya menyediakan pemandangan alam saja.

"Tidak hanya kemudian menyediakan atau dilihat dari sisi alamnya tok, tapi lengkap dengan fasilitas kulinernya. Ini yang kemudian ada perubahan perilaku sehingga pemudik atau wisatawan akan bisa menikmati selain pemandangan juga kulinernya," jelasnya.

Selain itu, juga destinasi alam yang menyediakan wahana-wahana baru yang menantang. "Mereka sangat gemari sekali," terangnya.


Dengan demikian, kunjungan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini dibanding tahun lalu belum dapat dipastikan apakah menurun atau meningkat.

Namun, jika melihat grafik Dinas Perhubungan DIY dari sisi jumlah kendaraan masuk dan keluar disebut relatif hampir sama walaupun lebih banyak kendaraan keluar.

Hal ini karena keterbatasan alat yang dipasang oleh instansi terkait.

"Tetapi yang perlu disadari pintu masuk DIY cukup banyak, pantauan Dinas Perhubungan (DIY)hanya beberapa tempat mungkin ada perbedaan datanya disitu," tambahnya.

Kendati begitu, libur Lebaran tahun ini diklaim menjadi sebuah keberhasilan.

Sebab, tegas Pj Wali Kota Jogja itu, tidak ada satu pun aduan berkaitan dengan nuthuk atau menaikkan harga di atas batas kewajaran baik tentang kuliner, perparkiran, hingga sampah.

"Saya melihatnya seperti itu karena kita persiapkan betul. Kita juga monitoring, keliling juga ada pos-pos PAM dan patroli yang kita siapkan," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Kuliner #kunjungan wisata #libur lebaran