JOGJA - Meski volume sampah mengalami peningkatan selama libur Lebaran, pengangkutan sampah ke TPST Piyungan tetap dibatasi 350 ton per hari untuk 3 kabupaten/kota.
Peningkatan volume sampah mencapai 65 ton secara akumulasi, terbanyak terjadi di Kota Jogja seberat 30 ton.
TPST Piyungan masih melayani pengangkutan sampah hingga akhir April ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan, volume sampah di TPST Piyungan mengalami peningkatan selama Lebaran.
Namun, tak signifikan sebab sudah dikurangi melalui pengolahan sampah di masing-masing wilayah.
"Kalau peningkatan ada, tapi kalau signifikan kami tidak melihatnya tapi ada peningkatan untuk volume sampahnya," katanya kepada Radar Jogja Senin (15/4).
Kusno merinci kenaikan sampah diperkirakan mencapai 65 ton. Dengan rincian Kota Jogja sebanyak 30 ton, Bantul 20 ton dan Sleman 15 ton.
Meski ada peningkatan volume tersebut, kuota pengangkutan sampah tetap dibatasi 350 ton per hari untuk 3 kabupaten/kota yakni Sleman, Bantul, dan Jogja.
Pun layanan pengangkutan sempat libur selama dua hari pada 10 dan 11 April saat Idulfitri.
Hingga saat ini, pengangkutan sampah ke TPST Piyungan masih dilayani untuk Bantup, Slema dan Kota Jogja.
"Saat ini tanggal 15 (April) kami masih melayani untuk pengangkutan di TPA Piyungan. Kuotanya sampai hari ini masih sama 350 ton untuk semua kabupaten kota Bantul, Sleman dan Jogja," ujarnya.
Kusno menyebut, penutupan layanan TPST Piyungan secara permanen baru akan dilakukan akhir April ini atau pada tanggal 30.
Kemudian mulai desentralisasi pada awal bulan Mei mendatang.
"Kemarin juga sudah ada skema pengosongan depo-depo kota pra dan paska libur Idulfitri ini. Penambahannya seribu ton untuk pra dan pasa liburan," jelasnya.
Menurutnya, evaluasi pengosongan selama pra dan paska libur Idulfitri ini disebut semakin relatif terkendali di depo-depo Kota Jogja. Artinya separo sampah dari depo sudah terangkut seluruhnya ke TPST Piyungan.
"Nanti kita lihat, evaluasi kan nanti di tanggal 17 kami ada evaluasi mengundang kabupaten/kota sampai diakhir April ini nanti seperti apa," terangnya.
Pun terkait pemanfaatan hanggar di lahan sebagian TPST Piyungan masih sesuai rencana.
Hanya belum rampung membangun komunikasi dengan wilayah setempat maupun warga Sitimulyo Bantul.
"Komunikasi masih dilanjutkan paska liburam idulfitri ini. Mudah-mudahan setelah ada komunikasi nanti ada kesepakatan untuk kemudian bisa lanjut, agak lebih meringankan kota," tambahnya.
Dengan begitu, sementara waktu Kota Jogja akan mengoptimalkan beberapa depo dengan menambah durasi waktu seperti di TPS 3R Nitikan yang tadinya hanya 1 shift ditambah menjadi 2 shift.
"Jadi ada peningkatan untuk kualitas pengolahan sampahnya. Disamping juga mengoptimalkan untuk TPST yang lain seperti di Karangmiri, mudah-mudahan nanti siaplah mulai Mei," imbuhnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad