Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Monika Putri Berkesempatan Belajar di Luar Negeri lewat Program IISMA, Penasaran dan Ingin Perdalam Ilmu Marketing di Korsea Selatan

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 15 April 2024 | 14:00 WIB
MEMBANGGAKAN: Mahasiswa UPNYK Monika Putri Paramita Nugraha (kiri), salah satu peserta yang lolos seleksi program IISMA 2024 ketika berkumpul dengan keluarganya.ISTIMEWA
MEMBANGGAKAN: Mahasiswa UPNYK Monika Putri Paramita Nugraha (kiri), salah satu peserta yang lolos seleksi program IISMA 2024 ketika berkumpul dengan keluarganya.ISTIMEWA

 

RADAR JOGJA - Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) menjadi pemantik bagi mahasiswa yang ingin merasakan belajar di luar negeri. Itulah yang dirasakan Monika Putri Paramita Nugraha. Rasa penasarannya kuliah di Universitas Hanyang University, Korea Selatan sebentar lagi kesampaian.

GUNAWAN,  Jogja

Program IISMA sering jadi bahan obrolan Monica bersama mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Yogyakarta (UPNYK) satu angkatan. IISMA merupakan salah satu dari delapan program flagship di bawah kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.


Rasa penasarannya pada IISMA kian menjadi. Di tengah kesibukan belajar di kampus, jemari tangannya juga sibuk dengan smartphone. Naik turun gunung di jagat maya mencari keberadaan program IISMA.

Anak kedua dari pasangan suami istri Sapta dan Isti itu memanfaatkan media sosial untuk mencari tahu cara kuliah ke luar negeri jalur IISMA.


"Kalau di angkatan saya sendiri IISMA sudah sering dibicarain, ditambah lagi kalau dari media sosial gitu juga banyak, kayak dari Instagram, Tiktok, Youtube," kata Monika.


Gadis kelahiran Tangerang, Banten, ini optimistis karena syarat sebagai calon peserta IISMA sudah dikantongi. Penerima beasiswa harus merupakan mahasiswa yang berstatus aktif dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,0 dari skala 4,0. Dibuktikan dengan transkrip akademik terbaru. "Syarat IPK saya masuk," ucapnya.


Mahasiswa semester 6 itu tidak mau melewatkan kesempatan. Sebab tidak mudah mendapat peluang seperti itu, karena harus melewati proses yang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang tidak instan.


"Saya ikuti semua tahapan seleksi dan saya bersyukur tidak lama lagi kesampaian kuliah di luar negeri selama satu semester," jelasnya.


Bersama enam mahasiswa UPNYK lainnya berhasil menjadi peserta pertukaran pelajar IISMA 2024 di luar negeri.  "Rencananya diberangkatkan sekitar Agustus atau September 2024," bebernya.


Sejenak mimpinya sudah melesat jauh ke Korea. Dia ingin segera belajar mengenai ilmu marketing di Negeri Gingseng. "Ilmu itu yang ingin saya tahu dan ingin saya dapat di Korea," ungkapnya.


Perempuan kelahiran 2003 itu mengaku mendapat support penuh dari orang tua. Pihak keluarga juga sangat mendukung. 
Sementara, sang bunda, Isti bangga karena anaknya salah satu yang terpilih dalam program IISMA 2024. Menurutnya, tidak mudah mendapat peluang seperti itu karena harus melewati proses berliku dan membutuhkan waktu panjang.


"Dari awal dia (Putri) minta izin untuk ikut tes bahasa Inggris (berbayar) untuk mengetahui nilai kemampuan bahasa Inggrisnya. Hasilnya memenuhi syarat," katanya.


Akhirnya Putri dinyatakan lolos berhasil menjadi peserta IISMA. Sekarang masih menjalani, mencari dan mempersiapkan dokumen pendukung. "Seperti mencari SKCK, visa dan persiapan akhir," jelasnya.


Meski program IISMA dibiayai oleh negara, pihaknya tetap berupaya menyiapkan keperluan anak untuk jaga-jaga. "Jaga nama baik keluarga, nama baik Jogja, nama baik Indonesia selama belajar di luar negeri. Itu pesan saya ke Putri," katanya. (laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Universitas Hanyang University #UPNYK #IISMA #Korea Selatan