Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Tiket Bus di Terminal Giwangan Jogja Melonjak, Diprediksi Puncak Arus Balik H+5 Lebaran

Khairul Ma'arif • Minggu, 14 April 2024 | 19:00 WIB

 

ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

 

RADAR JOGJA - Momen angkutan Lebaran 2024 mengakibatkan kondisi harga tiket bus di Terminal Giwangan melonjak dibanding hari-hari biasa. Itu karena permintaan yang tinggi sehingga membuat harganya naik. Namun kenaikan harga tiketnya masih terbilang wajar, karena dalam pengawasan pengelola terminal.


Kepala Terminal Giwangan Sigit Saryanto menyampaikan, harga tiket bus ekonomi dan non ekonomi sudah mengalami pelonjakan. Menurutnya, kenaikan harga tiket ekonomi masih sesuai aturan pemerintah. Sehingga ambang kenaikannya masih batas wajar karena juga diawasi.


Namun untuk tiket bus yang non ekonomi, Sigit mengaku tidak bisa mengawasi secara langsung. Itu karena naik dan turunnya harga tiket bus non ekonomi dipasrahkan ke pasar pembelinya. Kenaikannya terjadi karena meningginya permintaan dan persentase kenaikannya ditentukan pasar.


"Yang jelas kami di terminal juga melakukan pemantauan tarif non ekonomi dan kami sounding-kan ke daya beli masyarakat," tutur Sigit.


Menurutnya, daya beli masyarakat dapat dilihat dari penjualan tiket bus pada hari biasa. Dia mencontohkan, jika hari biasa harga tiket non ekonomi Rp 300 ribu, ketika kenaikannya mencapai Rp 500 ribu itu masih wajar.


Kalau sampai kenaikannya lebih dari angka itu akan diberi teguran dan masukan agar jangan sampai memberatkan konsumen. Selain itu, Sigit mengungkapkan, arus balik di Terminal Giwangan akan terjadi pada 13-15 April. Menurutnya, saat arus balik penumpangnya lebih banyak dibanding arus mudik.


Pada puncak arus balik penumpangnya bisa di angka antara 15 ribu sampai ke menyentuh angka 19 ribu atau 20 ribu pun bisa. Oleh karena itu, akan ada penambahan petugas yang dilakukan sehingga dapat melayani masyarakat dengan maksimal.


Unsur eksternal seperti TNI-Polri, PMI, dan Basarnas akan ada yang stand by. Selain itu, lanjutnya akan ditambah dari petugas administrasi kantor Terminal Giwangan. "Akan dimasukkan ke operasional lapangan jadi volume penambahannya sekitar 50 perrsen," tuturnya.


Sementara itu, Kapolda DIJ Irjen Pol Suwondo Nainggolan menambahkan, berdasarkan datanya tahun lalu lonjakan penumpang terjadi di awal momen angkutan Lebaran atau fase arus mudik. Mulai dari penumpang angkutan bandara, kereta api, dan bus.

Baca Juga: H-5 Lebaran Jadi Puncak Arus Mudik di Terminal Jombor


Uniknya kecenderungan di DIJ pelonjakan itu terjadi tidak hanya saat arus mudik dan arus baliknya saja. Tetapi, ada kenaikan arus di tengah-tengah yakni hari kedua Lebaran dan sebelum momen arus balik.


Kata dia, masyarakat dari luar daerah untuk kembali ke Jakarta mampir dulu ke Jogja. "Atau aglomerasi yaitu sekitaran yang melaksanakan silaturahmi atau wisata ke Jogja. Jadi terjadi beberapa kali lonjakan," ujarnya. (rul/laz)

Editor : Satria Pradika
#puncak arus balik #harga tiket bus #Terminal Giwangan