Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ekosistem Pembayaran Digital di DIY Makin Baik, Dorong Pemudik Gunakan Nontunai untuk Belanja

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 12 April 2024 | 17:00 WIB

 

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

 

RADAR JOGJA - Tak perlu membawa uang dalam jumlah besar selama mudik Lebaran ke Jogjakarta. Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY telah menyiapkan sistem pembayaran nontunai. Jumlah merchant QRIS di wilayah DIY juga semakin bertambah. 


Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Ibrahim mendorong pemudik menggunakan transaksi nontunai selama berkunjung ke DIY. Dengan begitu, pemudik tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar. 


"Kami sudah menyiapkan sistem pembayaran nontunai, bisa melalui QRIS, bisa transfer. Sudah diarahkan, pemudik tidak perlu bawa banyak uang. Kan bisa transfer, bisa QRIS, nggak perlu khawatir," katanya (1/4). 


Ibrahim menjelaskan, ekosistem pembayaran digital di DIY terbilang sudah baik, mulai penggunanya hingga merchant QRIS-nya. Pada posisi Januari 2024, terdapat 821 ribu pengguna QRIS di DIY. Bertambah 10.420 atau tumbuh 1,28 persen dibanding posisi Desember 2023. 


Sementara merchant QRIS juga terus bertambah. Pada posisi 12 Januari 2024, jumlah merchant QRIS di DIY tercatat 711 ribu. Ada pertumbuhan 4.256 atau 0,60 persen dibanding posisi Desember 2023.


"Kami terus mendorong percepatan transaksi nontunai. Ekosistem QRIS di DIY sudah semakin bagus, sudah banyak (yang menggunakan QRIS) baik penggunanya, merchantnya juga semakin lengkap," ujarnya. 


DIY dianggap sudah siap terkait infrastruktur transaksi nontunai jika dibandingkan wilayah lain, apalagi di luar Jawa. Sedangkan terkait blindspot, memang ada dua persoalan yang tidak terkover atau overload. Sebab terkadang ketika ada event besar, di tempat keramaian ada kendala trafik internet. 
"Kami terus komunikasikan dan masin-masing pihak sudah mengevaluasi aksesibilitasnya. Kalau di Jogja sudah relatif baik," jelasnya. 


Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan perbankan untuk memastikan ketersediaan uang layak edar di anjungan tunai mandiri (ATM). Sehingga masyarakat diminta tidak khawatir, karena BI DIJ memastikan ketersediaan uang selama Ramadan hingga Lebaran di DIY aman. 


"Kami bekerjasma mengimbau perbankan karena liburan tahun ini lebih panjang untuk memastikan kebutuhan uang yang ada di ATM aman," tambahnya. 

Baca Juga: Pemakaian QRIS di DIY Meningkat, Optimisme Terwujudnya Inklusi Keuangan


Terpisah, Regional CEO BRI Jogjakarta John Sarjono menambahkan, BRI siap mendukung transaksi keuangan di DIY selama libur Idul Fitri. Pihaknya juga telah melaporkan kebutuhan uang selama libur Lebaran ke BI DIY. 


"Sudah mengajukan, kami siapkan sebaik mungkin untuk hari libur ke depan. Tujuannya agar pelayanan di kas kami, pelayanan di mesin ATM lancar. Sejauh ini, tingkat erornya sedikit sekali. Kebutuhan tunai dan nontunai selalu kami penuhi. Kami juga sudah siapkan buffer atau tambahan kas cadangan," katanya. 


Terkait kesiapan alat, pihaknya memastikan ATM dan electronic data capture (EDC) berfungsi dengan baik. Menurutnya, kesiapan alat juga perlu diperhatikan. 


"Kami selalu memastikan dashboard availability, mesin hidup, terkoneksi ke sistem, sehingga transaksi jalan. Ada tim 3in1 untuk memastikan kecukupan uang di ATM, memastikan mesin (ATM) hidup. Jangan sampai masyarakat gak bisa akses. Uang ada tapi kalau alat nggak bisa kan transaksi juga nggak jalan," tambahnya. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#QRIS #bank indonesia #pembayaran digital #BI DIY