RADAR JOGJA - Keraton Jogja Kamis pagi ini (11/4) kembali menggelar hajad Garebeg Syawal. Masyarakat bisa turut berpartisipasi selama pelaksanaan acara.
Tapi ada syaratnya, dikutip dari media sosial @humasjogja ini yang boleh dilakukan selama Garebeg Syawal:
Menyaksikan pawai gunungan di Bangsal Pagelaran dan Halaman Masjid Gedhe
Mengenakan pakaian nyaman dan sopan
Memperhatikan keselamatan diri maupun orang lain saat mengambil gunungan
Menjaga barang berharga yang dibawa
Sedang yang tidak boleh dilakukan selama Grebeg Syawal:
- Menerbangkan drone (no fly zone for drone)
- Mengenakan batik motif awisan
- Mengambil gunungan sebelum selesai didoakan
- Membuang sampah sembarangan
- Membuka payung selama pawai, utamanya saat kuda lewat.
- Mendokumentasikan acara dengan lampu kilat atau flash
- Melewati beberapa ruas jalan yang ditutup sementara selama pawai
Sekadar informasi, selama pelaksanaan prosesi Grebeg Syawal diberlakukan no fly zone di Kawasan Keraton Yogyakarta sesuai dengan surat yang diterbitkan AirNav Indonesia Nomor NOTAM 80614/24 180614/24 NOTAMN.
Artinya, masyarakat dilarang menerbangkan drone dan sejenisnya dari 0 150 meter dari permukaan tanah (0-492 feet AGLI
Pada pelaksanaan garebeg sebelumnya ada Drone yang terpaksa diturunkan paksa kepolisian karena terbang di atas halaman masjid Gede Kauman Jogja selama prosesi garebeg.
Editor : Heru Pratomo