Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mau Nonton Pelaksanaan Garebeg Syawal Ada Syaratnya, Dilarang Menerbangkan Drone, Apa Lagi Lainnya?

Heru Pratomo • Kamis, 11 April 2024 | 15:00 WIB
BEREBUT UBARAMPE: Warga berebut gunungan saat Garebeg Besar di halaman Masjid Gedhe Kauman, Jogja, Kamis (29/6/23)
BEREBUT UBARAMPE: Warga berebut gunungan saat Garebeg Besar di halaman Masjid Gedhe Kauman, Jogja, Kamis (29/6/23)

RADAR JOGJA - Keraton Jogja Kamis pagi ini (11/4) kembali menggelar hajad Garebeg Syawal. Masyarakat bisa turut berpartisipasi selama pelaksanaan acara. 

 

Tapi ada syaratnya, dikutip dari media sosial @humasjogja ini yang boleh dilakukan selama Garebeg Syawal:

 

Menyaksikan pawai gunungan di Bangsal Pagelaran dan Halaman Masjid Gedhe

 

Mengenakan pakaian nyaman dan sopan

Memperhatikan keselamatan diri maupun orang lain saat mengambil gunungan

 

Menjaga barang berharga yang dibawa

 

Sedang yang tidak boleh dilakukan selama Grebeg Syawal:

 

- Menerbangkan drone (no fly zone for drone)

 

- Mengenakan batik motif awisan

 

- Mengambil gunungan sebelum selesai didoakan

 

- Membuang sampah sembarangan

 

- Membuka payung selama pawai, utamanya saat kuda lewat.

 

- Mendokumentasikan acara dengan lampu kilat atau flash

- Melewati beberapa ruas jalan yang ditutup sementara selama pawai

 

Sekadar informasi, selama pelaksanaan prosesi Grebeg Syawal diberlakukan no fly zone di Kawasan Keraton Yogyakarta sesuai dengan surat yang diterbitkan AirNav Indonesia Nomor NOTAM 80614/24 180614/24 NOTAMN.

Artinya, masyarakat dilarang menerbangkan drone dan sejenisnya dari 0 150 meter dari permukaan tanah (0-492 feet AGLI

 

Pada pelaksanaan garebeg sebelumnya ada Drone yang terpaksa diturunkan paksa kepolisian karena terbang di atas halaman masjid Gede Kauman Jogja selama prosesi garebeg.

Editor : Heru Pratomo
#garebeg syawal #drone #gunungan #keraton jogja