JOGJA - Andong jadi salah satu angkutan wisata yang banyak dipilih wisatawan pada momentum libur lebaran kali ini, menanggapi fenomena tersebut Ketua paguyuban kusir andong DIJ Purwanto mengatakan, bahwa memang ada kenaikan tarif yang dipatok.
"Biasa di momen liburan ada kenaikan tarif, dikarenakan macet dan menyebabkan waktu tempuh bertambah," katanya pada Radar Jogja, Senin (8/4).
Namun, dalam prosesnya kenaikan tersebut tidak bersifat absolut, melainkan berbasis negosiasi antara kusir andong dengan para tamu atau wisatawan tersebut.
"Naiknya tidak saklek, tetap berdasar negosiasi. Tapi naiknya di kisaran 50 persen," ungkapnya.
Dikatakan, bahwa secara umum tarif andong di kawasan Malioboro dibagi menjadi empat kategori, meliputi jarak dekat yang dibanderol dengan harga Rp 100 ribu dan jarak menengah Rp 150 ribu. Lalu, untuk rute mengitari jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer dibanderol Rp 200 ribu.
"Sementara, untuk sampai ke kawasan Keraton nanti dikenai tarif Rp 250 ribu, itu termasuk akomodasi mengantar ke tempat belanja oleh-oleh," bebernya.
Terpisah, salah seorang kusir andong Sigit menyampaikan, bahwa ia sendiri masih mematok tarif normal dan berencana menaikkan tarif saat hari h lebaran atau h+1.
"Kalau sekarang ini saya masih pakai tarif normal, kisaran Rp 100 sampai Rp 250 ribu," ucapnya.
Kenaikan tarif tersebut diakuinya cukup wajar, karena memang mobilitas juga semakin padat dan pergerakan andong jadi makin pelan.
"Tapi tetap prinsipnya negos dengan tamu, ada juga yang sudah menaikkan dari sekarang, karena wisatawan juga sudah mulai banyak," sambungnya.
Selanjutnya, Sigit juga memproyeksikan bahwa ia akan libur satu hari, yakni saat hari h lebaran. "Paling libur pas hari lebarannya, besoknya baru narik lagi, tapi banyak juga di sini kusir yang pas lebaran tetap kerja," tutur pria asal Demak Ijo tersebut.
Penuturan lain datang dari Sugeng Mulyadi, wisatawan asal Surabaya tersebut sengaja berlebaran di Jogja sekaligus menengok cucunya.
"Saya lebaran ke Jogja karena baru punya cucu, anak saya tidak bisa pulang ke Surabaya. Ini tadi sekalian keliling naik andong sama anak-anak," bebernya.
Sugeng mengaku bahwa tarif andong yang dibebankan padanya yakni Rp 250 ribu, dengan rute dari kawasan Malioboro hingga area Keraton.
"Ini tadi naiknya 5 orang, harganya cukup wajar sih, soalnya mau lebaran juga kan ya, tadi bisa nego juga, awalnya Rp 300 ribu," tandasnya (iza)
Editor : Iwa Ikhwanudin