Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mudik Jadi Ajang Penunjuk Kelasa Sosial

Sevtia Eka Nova • Selasa, 9 April 2024 | 17:00 WIB

Sosiolog Universitas Widya Mataram Mukhijab.Fahmi Fahriza/Radar Jogja
Sosiolog Universitas Widya Mataram Mukhijab.Fahmi Fahriza/Radar Jogja
 


RADAR JOGJA - Budaya mudik tidak lagi jadi ajang pertemuan dengan sanak famili. Namun juga menjadi ajang penunjuk kelas sosial seseorang. Hal ini diungkapkan oleh Sosiolog Universitas Widya Mataram (UWM) Mukhijab.

Mudik, kata Mukhijab, sejatinya adalah bagian dari migrasi lokal. Yang mana orang dari satu daerah akan berpergian dari kota ke desanya saat momen Lebaran. Umumnya, ada karakteristik yang dibawa oleh pemudik yakni ingin selalu terlihat baik, sukses, dan terpercaya. Maka orang tersebut akan membuat penampilannya sebagus mungkin. Mulai dari tampilan fisik, serta apa yang dipakai dan dibawanya.

"Misal pakai baju bagus dan mahal, bawa kendaraan ke kampung halaman, itu salah satu hal untuk menunjukkan kelas sosialnya," katanya kepada Radar Jogja beberapa waktu lalu.

Dikatakan, bahwa dengan tampilan dan serentetan aksesoris yang melekat tersebut, banyak orang bisa menilai sepintas bahwa pemudik tersebut sukses di perantauan. "Secara tidak langsung itu sudah ada justifikasi kategori kelas sosial seseorang, bahwa dia pemudik yang sukses," sebutnya.

Mukhijab menilai, bahwa hal-hal tersebut bisa dilakukan secara sengaja dan sadar. Selain itu ada budaya lokal di beberapa daerah Indonesia yang menempatkan orang sukses itu bisa dilihat dari penampilannya. Berupa penampilan yang baik, hingga kendaraan yang bagus.

"Biasanya mudik naik bus atau kapal, lalu berganti naik pesawat atau mobil pribadi, itu kan sudah naik kelas dia," ujarnya mencontohkan.

Dari pantauannya, Mukhijab memetakan bahwa penunjukan kelas sosial tersebut tidak hanya ditujukan pada keluarga. Namun juga kepada masyarakat umum yang jarang berinteraksi dengan si pemudik secara intens.

Secara garis besar, lanjutnya, usia dan pencapaian karier seseorang berpengaruh dalam menunjukkan peningkatan kelas sosial. "Kalau usia bertambah tapi karier belum sukses atau mapan mungkin tidak terlalu mau pamer atau menunjukkan kelas sosialnya," lontarnya.

Namun, pemudik yang dirasa belum sukses tersebut juga bisa melakukan kamuflase dengan berusaha mengada-adakan bahwa kelas sosialnya atau pencapaiannya sudah tinggi. "Misal melakukan sewa atau pinjam mobil dan mengaku itu hak miliknya," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#Pemudik 2.700 Orang #lebaran #Universitas Widya Mataram