RADAR JOGJA - Proses lelang peningkatan Jalan Godean, Sleman telah selesai. Pelaksanaan fisik konstruksi akan dimulai setelah Lebaran nanti. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY pun memastikan pemeliharaan berupa penambalan juga telah rampung.
Kepala Dinas PUPESDM DIY Anna Rina Herbranti mengatakan, pelaksanaan peningkatan Jalan Godean sudah memasuki tahapan kontrak. Namun tanda tangan kontrak akan dimulai setelah Lebaran.
"Ya, setelah lebaran. Kan Lebaran H plus dan minus 7 nggak boleh ada kegiatan, jadi kita pengerjaannnya nanti setelah itu," katanya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jogja, kemarin (4/4).
Anna menjelaskan, pekerjaan fisik rehab Jalan Godean dilakukan bertahap. Tahap awal nanti rencana penanganan sepanjang 1,5 kilometer menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Dimulai dari sebelah barat Pasar Godean, yaitu dari Jembatan Sambirejo 2 sampai sekitar SPBU Sidorejo. "Iya lelang, peningkatan kontraknya kira-kira sampai akhir tahun ya," ujarnya.
Adapun anggaran untuk peningkatan atau rehab Jalan Godean tahap 1 nilainya sebesar Rp 11 miliar diambil dari APBD murni. Peningkatan jalan ini dengan melakukan pengaspalan ulang.
Peningkatan Jalan Godean tahap selanjutnya masih dilakukan koordinasi lanjutan untuk pengusulan anggaran melalui pusat.
Sebelumnya Pemprov DIY sudah mengajukan permohonan bantuan pemerintah pusat melalui dana Inpres Jalan Daerah (IJD).
Namun ruas Jalan Godean belum lolos masuk verifikasi seluruhnya. Dengan alasan kemampuan anggaran nasional atau pusat belum memenuhi, maka tertunda untuk IJD ruas Jalan Godean. Pengusulan dana IJD pun terus diupayakan. "Sama kita mengusulkn IJD lagi, minta bantuan dari Kementerian PUPR," terangnya.
Sedangkan ruas Jalan Godean lain yang kondisinya rusak dan masih berlubang, sudah dilakukan pemeliharaan rutin dengan penambalan. Penambalan tak hanya dilakukan di Jalan Godean, ada Jalan Klangon, Pulowatu, Jalan Kaliurang dan masih banyak jalan lainnya.
Disinggung jalan penghubung Prambanan-Guungkidul yang sempat ambles, Anna mengklaim sudah diperbaiki. Menurutnya, posisi jalan tersebut awalnya merupakan bagian timbunan dan bukan struktur sebenarnya.
Baca Juga: Percepat Perbaikan Jalan Godean-Ngapak, DPUPKP Sleman Intensif Komunikasi Dengan Pemprov DIY
"Memang itu bukan struktur sebenarnya. Waktu itu memang bagian timbunan, sehingga saat pengerjaan musim kemarau dan saat memasuki musim hujan goyang kan. Tapi sudah langsung diperbaiki, insya allah aman," tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan, penanganan untuk jalan rusak idealnya bukan penambalan atau pemeliharaan. Jalan-jalan yang rusak semestinya dengan perbaikan dan peningkatan, sehingga warga nyaman dan yang lebih penting tidak berbahaya bagi pengendara.
"Jalan-jalan rusak itu kan sudah berkali-kali menyebabkan kecelakaan. Paling hal klasik bab kekurangan anggaran. Menurut saya babnya adalah di perencanaan, karena anggaran di DIY cukup untuk itu semua semestinya," katanya.
Huda menilai perencanaan yang kurang baik yang menjadi masalah, semestinya peningkatan jalan rusak menjadi prioritas. Sebab DIY bertumpu pada wisata. Pariwisata juga diklaim sangat memerlukan kenyamanan infrastruktur di antaranya. (wia/laz)