Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komitmen Menjaga Kelestarian Alam, Tanam Pohon di Bekas Tambang Lereng Merapi

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 5 April 2024 | 13:30 WIB

AKSI NYATA: Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X secara simbolis melakukan penanaman pohon di bekas lahan tambang di Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, (3/4).
AKSI NYATA: Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X secara simbolis melakukan penanaman pohon di bekas lahan tambang di Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, (3/4).


RADAR JOGJA - Sebagai wujud komitmen menjaga alam, Pemprov DIY melakukan penanaman pohon di bekas lahan tambang di lereng Gunung Merapi. Sebelumnya, lahan tersebut dilakukan penambangan oleh oknum tak bertanggung jawab. Namun,  akhirnya ditutup lantaran merusak lingkungan.


Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, upaya menjaga alam diterapkan di beberapa lahan bekas tambang tersebut.

Di antaranya di Umbulharjo, Cangkringan, Sleman yang menjadi lokasi pencanangan rehabilitasi lahan berupa penanaman pohon. Beberapa jenis pohon yang ditanam, di antaranya Kepel, Pronojiwo, Tesek, Kemenyan, Bulu, dan Berasan.

Karena kegiatan penambangan di wilayah ini dianggap merusak lingkungan, maka ditutup. Pemprov juga ingin dan berjanji kepada masyarakat, Merapi itu gunung.

Jadi lingkungannya harus kembali ke gunung, bukan ditambang. “Kalau mau menambang sudah ada lokasinya sendiri, yaitu di pinggir kali,” katanya, Rabu (3/4).


HB X menjelaskan segala bentuk perbuatan yang merusak lingkungan akan ditindak tegas. Itu dilakukan sebagai wujud komitmen Pemprov DIY untuk menjaga alam. HB X berharap, rehabilitasi lahan yang dilakukan ini dapat berjalan dengan baik kelanjutannya.

Sebab, kondisi lingkungan sisi utara DIY ini harus terus baik sebagai kawasan penyuplai air untuk seluruh kawasan DIY. Terlebih setiap tahunnya, kebutuhan air semakin bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk.

“Saya berharap tanaman yang telah ditanam ini bisa diopeni (dipelihara) dengan baik. Jika ada yang mati, bisa segera diganti," ujarnya.


Bagi warga masyarakat khususnya yang berada di lereng Merapi, diminta agar bisa memanfaatkan lahan yang ada tersebut dengan efektif, efisien, dan bisa menumbuhkan mata air-mata air baru sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Kusno Wibowo mengatakan, upaya perbaikan lingkungan melalui rehabilitasi hutan dan lahan yang dilakukan bertujuan untuk mewujudkan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.

Dengan mengedepankan kelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. "Kegiatan rehabilitasi lahan secara tidak langsung juga untuk meningkatkan kondisi tata air, baik kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya," katanya.


Menurutnya, penanaman pohon juga menjadi pengendalian erosi dan sedimentasi melalui teknik konservasi tanah dan air. Dan rehabilitasi lahan di kawasan penyangga Gunung Merapi ini juga menjadi dalam usaha mendukung sinergitas menyelamatkan sumber daya air.

"Hal ini sejalan dengan tema ulang tahun DIY ke-269 yang bertema Maju Sejahtera Berkelanjutan Dijiwai Kebudayaan dan Keistimewaan," tambahnya. (wia/din)

Editor : Satria Pradika
#Lereng Gunung Merapi #Pemprov DIY #Hamengku Buwono (HB) X #gubernur diy