RADAR JOGJA - Masa aksi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Untuk Demokrasi & Keadilan (GARDA) Jogja menyelenggarakan aksi dukungan moral pada para Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Depan Kantor Pos Besar Indonesia, Jogja, Rabu (3/4).
Aksi tersebut dilakukan secara simbolis dengan cara mengirimkan rompi antipeluru, antisantet dan antisuap lewat layanan paket Pos Indonesia.
"Aksi adalah bentuk support moral kepada para hakim MK yang sedang melakukan sidang masalah pemilu," ujar Koordinator Aksi Henry Kuncoro Yekti selepas aksi, Rabu (3/4/).
Pihaknya menilai, hakim merupakan wakil tuhan di dunia. Maka dari itu, setiap keputusan hakim diharapkan dapat menjadi keputusan yang adil dan tidak berpihak kepada kubu manapun.
"Jadi kami percaya penuh hakim MK masih punya hati nurani kami ketuk hati nuraninya untuk memutuskan seadil-adilnya berkaitan dengan sengketa pemilu pada saat ini," tuturnya.
Menurutnya, Pilpres 2024 terlaksana tidak secara jujur, adil dan bermartabat. Hal ini lantaran Pilpres dinilai sarat dengan penyalahgunaan kekuasaan secara terang benderang.
Mulai dari rekayasa perubahan konstitusi, pelanggaran peraturan KPU, pengerahan aparat negara, politisasi bansos hingga dugaan kecurangan Pemilu.
"Pastinya hakim ini akan memutuskan yang seadil-adilnya kita tahu sebagai masyarakat kita banyak merasakan Situasi Sistematis Tersetrumtur Masif dan Jijiki (STMJ)," tandasnya.
Rompi tersebut diberikan untuk para hakim di Mahkamah Konstitusi agar dipakai saat memutuskan perkara agar anti pluru anti santet anti KKN anti suap.
Hal tersebut mempunyai makna simbolis agar hakim tidak takut pada kekuasaan presure yang sekarang ini dilakukan oleh penguasa."Jadi tolong para hakim bisa memutuskan dengan hati nurani jernih supaya keadilan di negeri ini bisa ditegakkan," ujarnya.
Dalam aksi tersebut juga ada teatrikal tokoh bertanduk dengan brewok yang berperan sebagai mantan Ketua MK Anwar Usman yang juga paman Gibran.
Dalam teatrikalnya dia, menyindir Anwar Usman sast ini sedang tidak ada kerjaan karena tidak diikut sertakan dalam sidang. Ia juga berharap dengan tidak ikut sertanya Anwar Usman diharapkan hakim akan memutuskan kebaikan yang lebih ini bagaiamana kebaikan bisa berjalan dengan baik.
"Keputusnan ini kami serahkan pada hakim supaya negeri ini tidak balik lagi ke belakang dengan demokrasi yabg tidak tegak," tuturnya. "Rompi dikirimkan untuk semua hakim kecuali Paman Usman, (dia) biar ngemper di sana karena gabut tidak ada kerjaan.” (oso/pra)
Editor : Satria Pradika