JOGJA - Okupansi Hotel di wilayah Kota Jogja mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Hal tersebut lantaran Kota Jogja menjadi tujuan wisata maupun pemudik saat momen libur panjang lebaran 2024.
"Sementara, secara keseluruhan untuk wilayah DIY, (okupansi) masih di angka 70 persen pada periode 9-15 April 2024," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono, Selasa (3/4/2024).
Ia menyampaikan, hotel di seputar Malioboro sudah menyentuh 95,8 persen. Mayoritas tamu yang berkunjung dari luar daerah.
"Para pengunjung hendaknya memastikan ketersediaan kamar, lebih baik reservasi di hotel yang akan dipilih, sesuai budget-nya," tuturnya.
Sebelumnya, pada Maret okupansi rata-rata 20 sampai 35 persen.
Hal itu dapat disimpulkan bahwa kenaikan okupansi hotel mencapai lebih 50 persen.
Sementara itu, General Manager D'paragon Kost Eksklusif Budiana, mengatakan, tahun ini hostelnya yang berada di seputaran Malioboro jadi incaran wisatawan.
Okupansi di penginapannya melonjak cukup signifikan.
"Alhamdulillah, rata-rata okupansi saat lebaran 80-90 persen. Ini sudah naik sejak awal Ramadan dan puncaknya saat periode arus mudik dan balik lebaran," tuturnya.
Budiana menambahkan, dalam momen lebaran kali ini banyak tamu yang berasal dari luar Pulau Jawa.
Baca Juga: Strategi Ampuh Mengatasi Dehidrasi saat Mudik Lebaran, Siapkan Diri Anda dengan Cara Ini!
Tamu tersebut kebanyakan dari Medan, Palembang, Balikpapan, dan Makassar.
"Rata-rata memang rombongan keluarga, yang mau lebaran sekaligus liburan di Jogja. Kalau soal harga memang fluktuatif, tapi sangat terjangkau untuk ukuran hotel di tengah kota saat libur lebaran," pungkasnya. (oso)
Editor : Amin Surachmad