JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melakukan pemetaan ruas jalan berpotensi rawan terdampak bencana.
Hal ini untuk memastikan kelancaran arus mudik saat Lebaran 2024. Mengingat hingga 29 April mendatang DIY masih berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi.
Pun ruas-ruas jalan di DIY juga berpotensi lebih padat karena prediksi Kemenhub RI akan ada 11,7 juta pemudik masuk DIY selama momentum libur nasional Idul Fitri dan cuti bersama dari 8-15 April.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, di DIY sampai 29 April mendatang masih berstatus siaga bencana hidrometeorologi yang meliputi potensi longsor, banjir, hujan lebat, puting beliung dan pohon tumbang.
"Kita sudah petakan dari jalan yang beresiko terjadi genangan air dan berpotensi longsor," katanya Selasa (2/4).
Noviar menjelaskan pemetaan ruas jalan beresiko itu dilakukan di 4 kabupaten Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman.
Potensi bencana hidrometeorologi dan kecelakaan di berbagai ruas jalan tersebut seperti rawan longsor, bergelombang dan berlubang, rawan banjir dan genangan.
"Sehingga pemetaan potensi itu juga harus jadi perhatian dari pemudik yang datang ke Jogja. Selama di Jogja juga harus selalu perhatikan karena kita masih dihadapkan dengan cuaca ekstrem yang selalu berubah-ubah," ujarnya.
Noviar merinci beberapa lokasi rawan longsor meliputi di Kabupaten Bantul. Di antaranya, ruas Jalan Imogiri-Dodogan, Patuk-Terong, dan Barongan-Bibal.
Kemudian di Kabupaten Kulon Progo di antaranya Jalan Dekso-Klangon, Dekso-Samigaluh, Nanggulan-Tegalsari, Tegalsari- Klepu.
Di Gunungkidul yakni ruas Jalan Nglarang-Hargomulyo, Hargomulyo-Watugajah dan Panggang-Girijati.
Adapun lokasi jalan bergelombang dan berlubang di Gunungkidul yakni ruas jalan Gading-Playen, Gading- Karangtengah, Playen-Paliyan, Dodogan-Playen, Wonosari-Karangmojo-Semin, Jerukwudel-Sadeng, dan Sambipitu-Nglipar-Semin.
Di Sleman jalan bergelombang dan berlubang ada di ruas Jalan Klangon-Tempel, Demakijo-Kebonagung, Jogjakarta-Pakem-Kaliurang, Jogjakarta-Pulowatu, Tangisan-Blaburan.
Untuk di Kabupaten Bantul, jalan bergelombang dan berlubang ada di Sedayu-Pandak, Jogjakarta-Bakulan, Imogiri-Dodogan, Sampakan-Singosaren, Palbapang-Samas.
Di Kulon Progo meliputi ruas Jalan Sentolo-Brosot, Dekso-Samigaluh-Pagerharjo, Sentolo-Pengasih, Brosot-Ngremang, Nanggulan-Tegalsari, Klepu-Siluwok, Sermo-Klepu dan Tegalsari-Klepu.
Sementara lokasi rawan banjir dan genangan di Bantul ada di ruas Jalan Jogjakarta-Bakulan, Sampakan-Singosaren.
Di Kulon Progo meliputi Sentolo-Brosot, Brosot-Ngremang, Klepu-Siluwok, Tegalsari-Klepu.
Di Gunungkidul meliputi ruas Jalan Sambipitu-Nglipar, sedangkan di Sleman yakni Jogjakarta-Demakijo, Jogjakarta-Pakem dan Jogjakarta-Pulowatu.
Pum mitigasi bencana yang dilakukan menyambut arus mudik Lebaran di antaranya dengan menyiagakan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tiap kalurahan/kelurahan.
Saat ini sudah ada 339 FPRB di tingkat kalurahan/kelurahan tangguh bencana.
Ketika terjadi bencana di suatu titik, penanganan dilakukan oleh relawan FPRB mulai pembersihan jalan, penebangan pohon sampai kepada pertolongan bagi masyarakat yang terkena bencana.
"Selanjutnya, nanti akan ditangani lebih lanjut oleh BPBD provinsi, kabupaten, kota," jelasnya.
Dari BPBD DIY juga membentuk posko arus mudik dan balik khusus untuk mengantisipasi jika ada bencana. Posko dimulai dari 4 hingga 16 April mendatang.
Posko nantinya berada di Kantor BPBD Provinsi DIY dan lima kabupaten/kota.
Dibantu juga oleh NGO atau non governmental organization) dan komunitas yang siap untuk melalukan pencegahan bencana.
Satu diantaranya yakni Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang akan mendirikan posko di 10 titik.
"Sifatnya nanti mobile serta menerima laporan ketika terjadi bencana dan langsung ke lapangan untuk penanganan. Karena BPBD itu ada Pusdalops itu nanti yang bergerak, kita juga ada TRC," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad