JOGJA - Dalam menyemarakkan bulan Ramadan, Indonesian Chef Association (ICA) BPD DIY kembali menggelar acara bertajuk cooking on the road.
Teranyar, ICA BPD DIJ baru saja memasak dan membagikan total 1.500 porsi nasi kebuli kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Tugu Jogja, Minggu (31/3).
Ketua ICA BPD DIY Fajar Subenny mengatakan, bahwa cooking on the road memang program tahunan yang dilaksanakan ICA BPD DIY pada bulan Ramadan.
"Ini memang agenda tahunan, dan kami telah melaksanakan selama delapan tahun," katanya.
Benny mengungkapkan, pada Ramadan 2024 kali ini pihaknya akan melakukan cooking on the road pada tiga tempat berbeda di wilayah DIY.
"Sebelumnya kami berbagi dengan anak panti asuhan di Kulonprogo, lalu di Tugu Jogja, dan nanti tanggal 6 April di Jogja City Mall," serunya.
Ia berujar, adanya cooking on the road tersebut tidak saja diniatkan untuk berbagi makanan semata.
Namun, memberikan edukasi dan basis praktek langsung kepada para mahasiswa perhotelan dan sekolah pariwisata.
Adapun, beberapa sekolah tersebut meliputi Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram), Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA, Jogja International Culinary Academy (JICA) dan Akademi Pariwisata Dharma Nusantara Sakti (Akparda).
"Kami setiap tahun selalu libatkan mahasiswa perhotelan dan pariwisata, agar mereka belajar langsung," ujarnya.
Lebih lanjut, Benny juga berharap, dengan berbagai agenda yang dilakukan di ruang publik tersebut, diharapkan ICA sebagai organisasi profesi bisa memberikan manfaat kepada masyarakat umum.
"Terutama manfaat pada bidang kuliner dan memajukan Jogja sebagai kota wisata," harapnya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa Stipram Dimas Aksa Budi mengaku antusias dan mendapat banyak pembelajaran baru atas keterlibatannya di cooking on the road ICA.
"Ini pengalaman pertama ikut, didelegasikan dari kampus. Senang bisa berbaur dan belajar langsung dengan para senior," ujarnya.
Ia juga menilai agenda serupa cooking on the road memang penting untuk dilakukan.
Salah satunya guna membiasakan para mahasiswa dalam melakukan demonstrasi masak hingga berbaur dengan masyarakat sebagai konsumen.
"Ini melatih kemampuan kita juga, baik sebagai individu atau tim. Karena masaknya banyak jadi mengutamakan teamwork," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad