Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sekali Terbang dari Jayapura ke Jogja Rp 6,4 Juta, Merasakan Tiket Mahal sejak Lama

Naila Nihayah • Senin, 1 April 2024 | 15:15 WIB

 

Dok Pribadi.Albertus Regie Melliyan
Dok Pribadi.Albertus Regie Melliyan

RADAR JOGJA - Mahalnya harga tiket ke Jogja terjadi hampir semua maskapai akhir-akhir ini. Namun, harga tiket yang mahal ini tak dirasakan salah seorang pelaku perjalanan antarpulau yakni dari Jayapura Papua ke Jogja. Sejak 2019 ia mulai melakukan perjalanan, harga tiket terbilang sudah mahal hingga kini. 


WINDA ATIKA IRA P, Jogja


Albertus Regie Melliyan, salah satu pelaku perjalanan yang mengandalkan transportasi utama pesawat. Sejak 2019, pemuda 29 tahun itu mengabdi untuk negara sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di pemerintahan di Jayapura, Papua. 

Baca Juga: Pustral UGM Ungkap Penyebab Mahalnya Tiket Pesawat ke Jogja


Harga tiket yang mahal akhir-akhir ini dari ke menuju Jogja tak dirasakan perbedaannya dengan sebelum-sebelumnya. Sejak awal dia penerbangan antarpulau, harga tiket sudah terbilang mahal. Selisihnya hanya berkisar Rp 500-Rp 600 ribu dengan 2019 lalu. 


"Sekarang harga tiket Rp 5,5 juta, itu baru dari Jayapura ke Jakarta, kalau ke Jogja jadi Rp 6,4 jutaan. Dari dulu memang segitu, segitu termasuk mahal cuma memang karena perjalanannya terlalu jauh," katanya kepada Radar Jogja Sabtu (30/3). 


Regi menjelaskan harga tiket antarpulau sejatinya tidak terlalu berdampak dengan momen peak season Lebaran misalnya. Perjalanan dari Jayapura ke Jogja tidak terlalu signifikan perbedaan harganya dengan perjalanan saat low season. Demikian pula saat mudik ke Jogja, dia belum merasakan ada peningkatan harga. Masih harga normal, namun terbilang mahal. 


"Kondisinya memang kemarin waktu beli tiket saya masih harga yang sama, jadi nggak begitu berdampak," ujarnya. 
Dia mengira harga tiket mahal menuju Jogja berpengaruh terhadap jumlah penumpang yang melakukan perjalanan pada saat itu. 

"Karena mungkin yang melakukan perjalanan nggak terlalu banyak, maka dia (maskapai) ngasih spare-nya segitu," jelasnya. 


Dia juga menganggap mahal tidaknya harga tiket pesawat dipengaruhi dengan beragam tidaknya pilihan maskapai pada satu wilayah tertentu. "Pernah dulu murah waktu masih ada Citylink. Cuma ya kebetulan karena jauh, saya jarang ambil," terangnya. 


Dia berharap kepada pemangku kepentingan untuk dapat memperbanyak pilihan maskapai sehingga para pekerja ada pilihan. Selain itu, harga tiket juga bisa ditekan agar lebih terjangkau. "Kalau bisa dikurangi jika masih bisa dijangkau," harapnya. 


Dalam setahun dia pulang ke daerah asalnya dan mengunjungi orang tua di Jogja sebanyak tiga kali pada momentum tertentu. Tak ada pilihan transportasi lain selain lewat penerbangan.  "Ya, dari sana ke Jogja cuma pakai penerbangan kan paling cepat," tambahnya. (laz)

Editor : Satria Pradika
#jayapura #tiket mahal #pegawai negeri sipil