JOGJA - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Jogja mengalami peningkatan pada awal tahun 2024 ini. Dalam data menyebutkan sebanyak 52 kasus DBD terjadi hingga 31 Maret, hal tersebut dinilai lebih rendah jika dibandingkan daerah lain dan salah satu yang mempengaruhinya adalah sebaran nyamuk Wolbachia.
"Terdapat dua kelurahan paling banyak menyumbang kasus, yakni Pandeyan dan Sorosutan, yakni masing-masing 4 kasus," ujar Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja, Endang Sri Rahayu, Minggu (31/3/2024).
Dari informasi yang ia dapat, sebaran kasus DBD di seluruh Kota Jogja cenderung merata. Dibandingkan dengan tahun 2023, peningkatan kasus DBD di awal 2024 cenderung naik cukup signifikan.
"Memang ada kenaikan juga di Kota Jogja, ada 52 kasus DBD sampai bulan Maret ini," tuturnya.
Endang menilai bahwa peningkatan tersebut terjadi dikarenakan perilaku masyarakat yang kurang sigap dan cenderung abai. Misalnya seperti gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mulai ditinggalkan.
"Padahal (PSN) itu merupakan kunci memamgkas penyebaran DBD, tapi malah banyak masyarakat yang mulai terlena," bebernya.
Selain itu, cuaca yang tidak menenentu dan sering berubah-ubah juga dinilai menjadi faktor meningkatnya DBD di Kota Jogja. Hal tersebut dilihat dari segi daya tahan tubuh yang cenderung menurun ketika musim tidak menentu.
"Kadang hujan deras, kadang panas. Tapi, sejauh ini tidak ada pasien meninggal, semoga tidak ada," tandasnya.
Kika dibandingkan tahun lalu, peningkatan kasus DBD di awal 2024 cenderung cukup signifikan, Endang pun tidak memungkiri gal tersebut. Sepanjang 2023 silam, di Kota Jogja hanya terdapat 85 kasus saja.
"Jika dibandingkan daerah lain, lonajakan kasus di Kota Jogja terbilang tidak terlampau drastis," tandasnya.
Selanjutnya, keberadaan populasi nyamuk wolbachia di Kota Jogja juga terbilang relatif tinggi. Hal tersebur dinilai berdampak dalam menekan kasus DBD.
"Sebarannya masih 80 persen wilayah Kota Jogja. Jadi, pengaruhnya tentu masih ada. Di daerah lain, penularannya bisa lebih tinggi," ucapnya.
Sementara itu, seorang warga di Kota Jogja juga tidak memungkiri bahwa sebaran nyamuk wolbachia efektif untuk menekan DBD. Misalnya beberapa waktu lalu Ketua RW 03 Kampung Gedongkuning, Rejowinangun Kota Jogja Icok Darmoko menilai persebaran wolbachia di kampungnya relatif membantu.
"Setahu saya hingga saat ini tidak ada yang kena DBD. Apalagi dengan DBD yang serius," jelasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin